Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Edo Abriyanto Putra menciptakan sistem pendeteksi ekspresi wajah untuk menganalisis gaya belajar.
Inovasi ini merupakan hasil penelitian skripsinya berjudul ‘Implementasi YOLO dalam Sistem Rekognisi Ekspresi Wajah untuk Analisis Gaya Belajar Sekolah Dasar’. Karya ini disebut sebagai solusi konkret bagi pendidikan di Indonesia.
“Saya butuh waktu selama lima bulan untuk merancang sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini yang mampu mendeteksi berbagai ekspresi wajah secara real-time,” kata Edo, Kamis (15/8/2024).
Ia mengatakan, sistem ini memakai algoritma deep learning untuk mengidentifikasi ekspresi wajah siswa dasar saat mengerjakan soal. Sehingga bisa mengetahui gaya belajarnya apakah visual, auditori, atau kinestetik.
Edo mengajak para siswa di sekolah dasar tempat dia bekerja sebagai objek penelitian. Uji coba menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengenali berbagai ekspresi wajah siswa, seperti bahagia, sedih, bosan, atau terganggu.
“Hadirnya teknologi ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mendeteksi gaya belajar siswa. Sehingga proses pembelajaran dapat dimaksimalkan dan hasil yang dicapai menjadi lebih optimal,” tuturnya.
Lebih luas, mahasiswa Teknik Informatika itu juga berharap inovasinya dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan berdampak positif bagi para siswa di seluruh Indonesia.
Dari hasil skripsinya ini, tidak hanya menunjukkan keunggulan akademisnya, tetapi juga mencerminkan komitmen mahasiswa Untag Surabaya dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. [ipl/suf]






