Jember (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menciptakan konsep laboratorium serangga pintar berbasis digital.
Tiga mahasiswa itu adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri. Laboratorium itu bernama EntoSphere, yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things) untuk menyelamatkan serangga langka di Indonesia,
Nadzar mengatakan, konsep tersebut merupakan kepedulian mereka kami terhadap kelestarian serangga yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Konsep ini memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.
Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis.
“Integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar,” kata Nadzar, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (11/3/2026).
Para mahasiswa Unej ini mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops. Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.
“Pendekatan ini memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, ” kata Nadzar.
Konsep ini kemudian dituangkan dalam esau inovasi teknologi dan isu lingkungan yang menyabet Juara kelima dalam ajang Nasional Essay Competition REAGENTS Generasi Peneliti, Desember 2025 lalu.
Nadzar berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. “Saya berharap universitas terus mendukung ruang-ruang confirming ide dan pengembangan potensi mahasiswa, karena lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi,” katanya. [wir]






