Malang (bertajatim.com) – Kesuksesan tak selalu datang dari jalur konvensional. Rafidhan, wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), membuktikan bahwa lulus tanpa skripsi sekaligus membangun bisnis sukses bukan hal mustahil.
Dengan ketekunan dan inovasi, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) ini berhasil merintis usaha laundry sepatu dengan omzet mencapai Rp20 juta per bulan.
“Awalnya saya hanya ingin mencari penghasilan tambahan. Tapi setelah melihat peluang bisnis ini, saya serius menekuninya hingga akhirnya bisa berkembang seperti sekarang,” ujar Rafidhan, Selasa (4/3/2025).
Dari Ide Sederhana Menjadi Bisnis Beromzet Puluhan Juta
Usaha yang diberi nama Semakinbersih ini bermula dari kepekaan Rafidhan terhadap kebutuhan pasar. Di daerah asalnya, Pandaan, Pasuruan, belum ada layanan khusus cuci sepatu. Ia memulai bisnisnya dengan modal terbatas dan sistem jemput bola ke rumah pelanggan.
“Dulu saya mencuci sepatu pelanggan sendiri di rumah, lalu antar-jemput ke tempat mereka. Itu saya lakukan karena belum punya tempat usaha sendiri,” kenangnya.
Berkat kerja keras dan strategi yang tepat, bisnisnya berkembang pesat. Pada 2023, ia membuka cabang pertama di Pandaan, diikuti cabang kedua di Malang setahun kemudian. Kini, selain laundry sepatu, ia juga menjual sepatu second brand di cabang pertamanya.
“Saat ini omzet bisnis saya mencapai Rp20 juta per bulan. Saya tidak menyangka bisnis ini bisa sebesar sekarang. Bahkan, sudah bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain,” tambahnya.
Tantangan dan Strategi Bertahan di Dunia Bisnis

Meski sukses, perjalanan bisnis Rafidhan tak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat sepatu. Banyak orang menganggap cuci sepatu bukan prioritas, sehingga ia harus aktif mengedukasi pasar.
“Tantangan terbesar saya adalah mengedukasi pelanggan bahwa sepatu juga butuh perawatan khusus. Kalau tidak dirawat, sepatu bisa cepat rusak dan tidak nyaman dipakai,” jelasnya.
Salah satu strategi utama yang ia terapkan adalah pemisahan keuangan bisnis dan pribadi. “Saya belajar dari pengalaman, kalau keuangan bisnis dan pribadi dicampur, kita akan sulit mengontrol pengeluaran. Jadi, saya pisahkan sejak awal,” katanya.
Dengan cara ini, ia dapat lebih mudah mengelola keuangan, mengalokasikan keuntungan untuk investasi bisnis, dan membuka cabang baru.
Bisnis Fotografi dan Pendanaan Kampus
Tak hanya sukses dengan Semakinbersih, Rafidhan juga mengembangkan usaha lain di bidang fotografi. Pada 2023, ia mengajukan pendanaan untuk usaha fotografi wisuda outdoor bernama re.grads dan berhasil mendapatkan dana Rp18 juta. Kini, bisnis fotografi ini telah berkembang dengan tim fotografer yang tersebar di berbagai kota.
“Fotografi adalah hobi saya. Jadi, saya ingin mengembangkannya menjadi bisnis yang serius. Dengan pendanaan ini, saya bisa membeli peralatan dan membangun tim yang lebih profesional,” ungkapnya.
Kesuksesannya juga mendapat pengakuan dari UMM. Bisnis laundrynya berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dengan dana Rp12 juta, yang digunakan untuk membuka cabang kedua di Malang.
Atas pencapaiannya, Program Studi Agribisnis UMM memberikan reward konversi bebas skripsi, sehingga ia bisa lulus dalam waktu hanya 3,5 tahun. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Tidak harus menulis skripsi, tapi tetap bisa lulus dengan prestasi,” ujarnya dengan bangga.
Harapan ke Depan
Ke depan, Rafidhan ingin terus mengembangkan bisnisnya agar lebih luas dan berdampak bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, ia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan sepatu.
“Bagi saya, kebersihan itu bagian dari iman. Saya ingin bisnis ini tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi banyak orang,” tuturnya menutup. [dan/suf]






