Blitar (beritajatim.com) – Bendungan Lahor yang menghubungkan Blitar-Malang akan ditutup untuk mobil dan truk per 1 Agustus mendatang. Tak hanya lalu lintas, penutupan Bendungan Lahor ini pun akan berdampak ekonomi pedagang sekitar.
Camat Selorejo, Kabupaten Blitar, Agung Nugroho Sutamat menjelaskan ada sekitar 100 pedagang yang akan terancam kehilangan pendapatan imbas penutupan Bendungan Lahor tersebut.
Agung menjelaskan bahwa Bendungan Lahor bukan saja sebagai akses lalulintas, namun juga wisata yang selama ini dimanfaatkan warga sekitar untuk mendirikan usaha atau jualan.
“Bendungan itu kan sangat vital sebagai penunjang ekonomi pedagang, ada sekitar 50 pedagang dan disisi barat ada 50 pedagang yang berjualan di sekitar bendungan,” ucap Agung pada Jumat (24/07/2026).
Menurut Agung, pedagang sekitar bendungan berharap penutupan akses untuk mobil dan truk ini bisa ditunda. Pasalnya masyarakat belum siap akan kondisi yang ditimbulkan dari penutupan.
“Kalau harapan warga tentu agar tidak ditutup namun jika pemerintah nekat menutup maka warga berharap ada penundaan,” tegasnya.
Keseratus pedagang itu pun kini terancam kehilangan mata pencaharian bila Bendungan Lahor ditutup. Meski ada rencana atau usulan dari Jasa Tirta 1 untuk membentuk kawasan wisata yang lebih menarik, namun bagi pedagang itu bukan solusi jangka pendek.
“Ada usulan soal rencana pembentukan resarea yang lebih baik namun kan itu tidak bisa dilakukan besok masih perlu proses dan itu kemungkinan lama, padahal warga setiap hari kini butuh makan,” tandasnya.
Kini warga Kecamatan Selorejo dan para pedagang di sekitar Bendungan Lahor akan dipanggil oleh Jasa Tirta 1 untuk diberikan sosialisasi. (owi/aje)






