Malang (beritajatim.com) – Isu kesehatan mental yang kian meningkat di kalangan Gen-Z, terutama terkait stres dan depresi, menjadi perhatian utama di Indonesia. Menyikapi masalah ini, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan aplikasi Curahkan’s Cyber Counseling, platform konseling digital yang diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi para pengguna untuk berbagi dan mencurahkan perasaan dengan jaminan kerahasiaan.
Inovasi aplikasi ini berhasil mengantarkan tim mahasiswa UMM, yang terdiri dari Khoirul Umar, Innasatun Nabilatin Nadif, dan Ameliya Dalallul Hanan, meraih juara pertama dalam Unnes Islamic Fair di Semarang bulan ini.
“Curahkan hadir sebagai tempat aman untuk berbagi perasaan tanpa campur tangan pihak luar,” jelas Umar, Rabu (13/11/2024).
Ia menambahkan bahwa aplikasi ini menggunakan sistem enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan data pengguna.
Curahkan’s Cyber Counseling dilengkapi dengan layanan konseling dari para profesional psikologi yang juga memahami ajaran agama, menciptakan pendekatan yang menyelaraskan kesehatan mental dan spiritual. Salah satu fitur unggulannya adalah Alat Ungkap Masalah (AUM) yang memungkinkan pengguna mencurahkan isi hati serta Sack’s Sentence Completion Test untuk memahami profil kepribadian pengguna, dan Beck Depression Inventory untuk mengukur tingkat stres. Berdasarkan hasil tes tersebut, sistem aplikasi akan mendeteksi emosi pengguna dan memberikan notifikasi yang sesuai.
“Aplikasi ini bahkan memetakan pengguna berdasarkan jenis kelamin agar pengguna merasa lebih nyaman,” lanjut Umar. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan fitur Manajer Ibadah yang mengingatkan pengguna untuk melakukan ibadah sehari-hari, serta menyarankan tindakan positif sederhana untuk mengatasi stres.
Curahkan tidak hanya menekankan pendekatan psikologis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama, termasuk referensi dari ayat Al-Quran seperti surat Ar Rad ayat 28, yang diyakini dapat menekan stres dan mendekatkan pengguna dengan Tuhan. Aplikasi ini terbuka untuk pengguna Muslim, namun tetap dapat diakses oleh non-Muslim dengan batasan tertentu, seperti dalam fitur ustadz dan ustadzah.
Dengan adanya Curahkan’s Cyber Counseling, tim pengembang berharap dapat memberikan dukungan nyata dalam mengatasi isu kesehatan mental di kalangan remaja, terutama di Malang, serta mencegah tindakan bunuh diri.
“Kami berharap aplikasi ini tidak hanya memberikan dukungan psikologis, tetapi juga membimbing pengguna untuk hidup lebih positif dan dekat dengan Tuhan,” ungkap Umar.
Umar menutup pesannya kepada generasi muda, “Curahkan’s Cyber Counseling diharapkan menjadi solusi dalam menangani stres dan depresi. Untuk teman-teman Gen-Z, jaga kesehatan mental kalian karena hidup masih panjang. Seperti kata pepatah, ‘Khoirunnas anfa’uhum linnas,’ manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” [dan/beq]






