Malang (beritajatim.com) – Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Abdul Haris, MA., menciptakan metode ‘EMAS’ yang menjadi jalan pintas dalam pembelajaran membaca kitab gundul. Ia dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Agama Islam (FAI) pada Sabtu (13/1/2023).
Prof Abdul Harus dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa Arab. Haris sendiri adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang dan alumnus dari Sudan.
Dalam orasi ilmiah, Haris menjelaskan bahwa keterampilan membaca dan memahami kitab gundul saat ini masih menjadi problem. Baik pembelajar bahasa Arab di lembaga pendidikan maupun di pesantren.
“Ada dua problem utama yang menyebabkan problem dalam membaca kitab gundul, yakni kurang kekayaan kosakata, dan kurang pemahaman terhadap kaidah-kaidah gramatika bahasa Arab yang fungsional,” ungkap Haris.
Model ‘EMAS’ yang diciptakannya menjadi kerangka konseptual bagus untuk menentukan langkah sistematis dalam pembelajaran membaca kitab gundul. Model ini dapat mempermudah dan relatif lebih cepat.
“Ada empat langkah yang dilakukan dalam proses pembelajarannya. Diawali E, yakni expand vocabularies. Tahap ini dilakukan untuk memberikan bekal kosa kata yang cukup. Hal ini dilakukan dengan mengajarkan beberapa teks Arab yang berharakat yang relevan dengan bidang studinya,” ungkapnya.
Kedua, M atau Mastery the Functional Grammar yakni kuasai gramatika yang fungsional. Di sini para peserta didik diajari berbagai kaidah nahwu.
Kemudian dilanjutkan dengan tahap A atau apply the djie sam soe, yakni terapkan analisis jie sam soe. Langkah ini merupakan langkah sederhana untuk menganalisis struktur kalimat yang mudah yang berbasis pada pemahaman tentang tiga unsur utama pembentuk dan pengembang kalimat yakni SPP (Subjek, Predikat, dan Pelengkap).
“Dengan model analisis ini tidak banyak kaidah-kaidah gramatika yang harus dikuasai tapi cukup mendeteksi tiga peran kata terkait,” katanya menjelaskan.
Terakhir, yakni tahap S yaitu support with more exercises atau dibantu dengan banyak latihan. Pada tahap ini, latihan membaca teks bahasa Arab yang tidak berharakat dilakukan. Mulai dari kalimat yang sederhana sampai dengan teks yang berhubungan dengan bidang yang menjadi kajian.
Dia berharap model ini bisa menjadi salah satu solusi dalam memberikan pengajaran terkait membaca kitab gundul. Utamanya mereka yang ingin membaca kitab gundul namun bingung mulai dari mana.
“Maka model EMAS yang saya buat ini bisa dicoba untuk membantu dalam proses pembelajaran,” katanya mengakhiri pidato pengukuhannya. (dan/ian)






