Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menciptakan alat tanam jagung otomatis untuk meningkatkan produksi pertanian lokal di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Mahasiswa Teknik Perkapalan UM Surabaya Rifqi Robbani Amin mengatakan, banyak masyarakat di desa setempat, terutama anak muda memilih merantau ke kota ketimbang harus bertani. Sedangkan masyarakat membutuhkan kecepatan dalam penanaman jagung.
“Dari situ akhirnya kami memiliki inisatif, alat ini sengaja dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja para petani sehingga penanaman lebih cepat dan tepat waktu,” ungkap Rifqi, Jumat (30/8/2024).
Rifqi menyebut, banyak warga yang mengakui alat ini telah berhasil di uji cobakan. Rifqi dan tim KKN 15 berharap alatnya dapat diproduksi.
“Untuk biaya keseluruhan sekitar Rp 900 ribu. Tentu ini sangat ideal mengingat penggunaanya bisa jangka panjang,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar yang bekerjasama dengan Desa Sumberjati terkait bagaimana proses pembuatan alat ini dan bagaimana pengoperasian.
Di situ, Rifqi membagikan langkah penggunaan alat penanam jagung otomatis yang sangat mudah yakni dengan cara didorong.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Masukkan bibit jagung pada alat penanam bibit jagung
2. Masukkan air pada tangka air
3. Masukkan pupuk cair pada tangka pupuk air
4. Dorong alat tanambibit jagunng ke arah depan maka akan keluar bibit jagung sebanyak 1 biji
5. Ketika bibit jagung keluar dari lubang yang dilubangi oleh mata plat pada alat, biji jagung akan ditutup tanah oleh roda belakang pada alat penanam
6. Terakhir, alat pada tabung penampung akan keluar menyiram biji jagung yang sudah ditutup tanah. [ipl/beq]






