Surabaya (beritajatim.com) – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) semakin memainkan peran dalam industri jurnalistik.
Dengan kemampuannya dalam mengolah data, menganalisis tren, serta menghasilkan teks secara otomatis, AI membantu jurnalis mempercepat proses produksi berita.
Melihat perkembangan tersebut, 40 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (BEMF-IKOM UK WMS) mengadakan company visit ke kantor Beritajatim.com pada Jumat (21/3/2025) pagi.
Kunjungan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana AI berperan dalam industri media serta bagaimana para praktisi jurnalistik beradaptasi dengan teknologi digital, terlebih di dapur redaksi beritajatim.com.
“Mahasiswa yang ikut kunjungan ini merupakan mahasiswa semester dua yang sedang menempuh mata kuliah mobile jurnalisme. Jadi kita ingin tahu bagaimana jurnalistik di era sekarang yang memanfaatkan media sosial dan juga AI,” ujar Dr Finsensius Yuli Purnama, Dekan Filkom, Jumat (21/3/2025).

Terlebih kurikulum yang sedang digunakan mengarah pada digital. Sehingga mahasiswa diajarkan terkait bagaimana merespon kehadiran AI agar mahasiswa punya gambaran lebih baik untuk praktiknya nanti.
Membuka diskusi, Tim Information Technology (IT) Beritajatim.com, Hendro D. Laksono, menjelaskan sejarah berdirinya beritajatim.com dan bagaimana perusahaan media ini mampu bertahan di era digital.
Menurutnya, komitmen terhadap verifikasi dan kode etik jurnalistik menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas berita.
“Kami tetap mengedepankan proses editing dan akurasi dalam setiap berita yang dipublikasikan. Meskipun AI digunakan dalam beberapa aspek, namun redaksi tetap melakukan pengecekan manual agar berita yang disajikan tetap sesuai dengan kaidah jurnalistik,” ujar Hendro.
Ia juga menekankan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam proses pembuatan berita, manusia tetap memiliki peran utama dalam menentukan validitas informasi.
Redaktur Pelaksana Beritajatim.com, Teddy Ardianto, turut menjelaskan bagaimana AI digunakan dalam pembuatan ilustrasi berita. Salah satu contohnya adalah penggunaan AI dalam membuat ilustrasi berita cuaca di Madiun, di mana ia menggunakan prompt dengan kata kunci seperti “cuaca,” “Madiun,” “wanita,” dan “menggunakan kebaya.”
“Kami tetap menyortir dan membaca tulisan kiriman reporter. Karena biasanya (reporter) beberapa kali ada kesalahan dalam penyebutan nama orang. Sehingga hal ini perlu dikoreksi ulang sebelum publikasi,” ungkap Teddy.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan gambar hasil AI tidak diterapkan dalam pemberitaan hard news karena bisa menimbulkan keraguan terkait orisinalitas. Gambar AI lebih banyak digunakan untuk mengilustrasikan berita ringan yang tidak berdampak besar terhadap akurasi informasi.
Sementara itu, penulis dan editor video beritajatim.com, Haris Dwi, menyoroti pentingnya visualisasi dengan menggunakan data dari infografis.
“Kami menggunakan teknologi voice cloning untuk menghasilkan suara dari rekaman asli. Dengan cara ini, kami tetap menjaga keaslian, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi pembaca, khususnya generasi Z,” katanya.
Haris juga menegaskan bahwa meskipun AI membantu dalam pembuatan konten, keaslian tetap menjadi prioritas utama.
“Kami selalu menampilkan keterangan jika ada ilustrasi yang dibuat dengan AI. Selain itu, semua data yang digunakan tetap bersumber dari laporan langsung reporter di lapangan,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa untuk pemberitaan hard news, penggunaan foto berbasis AI dianggap terlalu berisiko, sehingga hanya digunakan untuk berita ringan atau ilustrasi pendukung.
Kunjungan ini membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang AI dalam dunia jurnalistik. Meskipun AI memberikan efisiensi dan inovasi, peran manusia dalam memastikan keakuratan dan etika jurnalistik tetap tidak tergantikan.
Dengan komitmen terhadap kualitas dan orisinalitas, beritajatim.com terus beradaptasi dalam menghadapi perubahan teknologi tanpa mengesampingkan prinsip dasar jurnalisme. (fyi/ted)






