Malang (beritajatim.com) – Banyaknya mahasiswa baru atau maba yang datang ke Kota Malang membuat sejumlah tempat kos/indekos maupun rumah kontrakan penuh. Terhitung sejak awal hingga pertengahan Agustus ini maba sudah mulai berdatangan.
Kos daerah Jalan Mertojoyo dan Sigura-Gura misalnya, sebagian besar sudah penuh sehingga tidak menerima penghuni baru. “Kalau punya saya yang di Merjosari Jl Mertojoyo Selatan Gang III itu selalu penuh, jauh-jauh sebelum ada maba kadang sudah penuh,” ungkap Suwito, salah satu pemilik kos di daerah Merjosari, Kota Malang, Selasa (20/8/2024).
Suwito mengaku bahwa musim mahasiswa baru membawa berkah bagi usaha kosnya. Pria yang punya kos di beberapa titik daerah Merjosari ini mengaku banyak peminat kos pada Agustus awal sampai akhir.
“Saya punya dua kos-kosan, dua-duanya kos putra. Di Merjosari Gang III itu bermacam-macam, mayoritas dari Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang,” ujarnya.
Sementara itu, kos Suwito di sekitar Perempatan Tong Merjosari dihuni oleh mahasiswa dari Universitas Islam Malang dan sebagian kecil dari Universitas Gajayana.
Suwito mengaku mahasiswa yang mencari kamar kosong bulan ini pun membludak. Oleh sebab itu, dia sempat menolak calon penghuni karena kamar sudah dipesan maupun dihuni mahasiswa lama.
“Ada banyak yang pesan, tapi saya tolak karena kamarnya masih penuh. Kalau ada yang cari saya nunggu dulu ada yang keluar, di Merjosari Gang III ada 11 kamar. Kalau di dekat perempatan tong cuma 5 kamar, karena itu di rumah saya lantai 2,” jelas Suwito.
Hal serupa juga disampaikan Syahrul, juragan kos di daerah Sigura-Gura. Tempatnya yang strategis dengan beberapa kampus besar di Malang membuatnya harus menolak beberapa calon penghuni.
“Kos di tempat saya ini bulanan, jadi banyak maba yang minat. Ada yang cari-cari lewat Mamikos, kadang mereka menghubungi saya langsung lewat WA, nomor saya terpampang di Facebook dan Instagram,” ungkap Syahrul.
Bahkan ada mahasiswa baru yang melakukan survei langsung ke lokasi. “Kalau di sini biasanya ada yang dari UIN, ada juga UB, ada UM. Di sini bulanan jadi kadang dibuat coba-coba juga, kalau betah bisa lanjut sampai 6 bulan, ada juga yang setahun,” jelasnya kepada beritajatim.com. [dan/suf]






