Mojokerto (beritajatim.com) – Postingan akun pengguna media sosial (medsos) di salah satu grup Facebook (FB) viral. Dalam postingan tersebut menjelaskan, jika tetangga tempat kos di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dengan sengaja membuang sampah ke teras tempat kos.
Postingan yang disertai foto saat terduga pelaku membuang sampah lengkap dengan keterangan disematkan pengguna FB dengan nama Peserta Anonim. Postingan tersebut diposting pada, Sabtu (20/1/2024) sekira pukul 08.30 WIB tersebut banjir komentar dan pengguna FB.
“Punya tetangga gak terima kos tetangga nya yang berijin lengkap lebih rame dari punya dia yang notabene tidak berijin. Tamu diganggu dan difoto-foto gak jelas…sampah kos dibuangi masuk ke teras kamar tamu. Yang jaga kos dikatain germo kere. Mediasi udah pernah hasil nya dilanggar juga…4 tahun kita toleransi eling2 musuhe wong tuwek ….capek deh….lapor polis juga belum ada fast respon nya….enaknya diapain tetangga kayak gtu ya…. disholatkan aja kali ya.
Pelaku juga aktif mengajar sebagai guru di (identitas sekolah tempat terduga pelaku mengajar). Kata Mak ku guru itu wajib di gugu lan ditiru….tapi kalo model kayak gtu kayaknya gak pantas deh disebut guru. Pantesnya disebut MASRIAH DARI MOJOKERTO. Mediasi pisan maneh kiro2 ISO mandek ta kelakuane??,” tulisnya.
Tempat kos tersebut berada di Jalan Raya Ijen Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Tempat kos dengan nama RedDoorz milik Theti Maharyati (43) warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Rumah kos yang berdiri sejak tahun 2019 tersebut memiliki tujuh kamar.
Sementara rumah terduga pelaku yang juga memiliki tempat kos ini berada di samping kiri tempat kos tersebut. Di sisi timur tempat kos ReDoorz tersebut ada jalan menuju pemukiman warga yang juga digunakan sebagai jalan menuju tempat kos tersebut. Dari jalan tersebut terduga pelaku membuang sampah ke teras kamar kos.
Penjaga kos, Wahyu Yuniar (23) mengatakan, jika terduga pelaku sering menganggu kenyamanan penghuni tempat kos.
“Masalahnya itu, dari dulu suka ganggu terus. Walapun di sini benar, tetap aja diganggu. Dia sendiri (terduga pelaku) yang buang sembarangan (sampah),” ungkapnya.
Masih kata panjaga kos, sampah penghuni tempat kos sudah dibuang pada tempatnya. Namun oleh terduga pelaku diacak-acak dan dibuang ke teras tempat kos. Aksi yang dilakukan terduga pelaku tersebut terekam Closed Circuit Television (CCTV).
“Padahal sampai sudah ditata rapi malah dibuang lagi. Ya dibuang gitu ke kamar kos. Nggak ada sih (jam terduga pelaku buang sampah), sampai sekarang ada tiga-empat kali. Iya dari sini (sampah penyewa tempat kos), diacak-acak terus di buang ke tempat kita. Pafajal sudah di tempat sebenarnya,” katanya.
Menurutnya, sampai saat ini hanya sampah yang menjadi modus terduga pelaku menganggu ketentraman penghuni tempat kos. Rata-rata penghuni kamar kos tersebut merupakan pasangan suami-istri (pasutri), namun saat ini dari tujuh kamar, hanya satu kamar yang ada penyewanya.
“Kebanyakan suami-istri tapi ada juga ada yang lajang. Pasti (identitas penyewa tempat kos). Sekarang hanya satu kamar yang terisi,” jelasnya. [tin/ian]







