Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan lukisan Bung Karno menghiasi sudut Kampus Untag Surabaya. Lukisan-lukisan tersebut sengaja dipamerkan untuk memperingati Hari Lahir Bung Karno setiap 6 Juni.
Selama dua minggu, mulai tanggal 6-14 Juni 2024, lukisan karya Hartono, pelukis asal Semarang itu bakal terpajang di Plaza Proklamasi Untag Surabaya. Pameran lukisan ini mengambil tema ‘Sang Fajar’.
“Sang Fajar saya maknai bukan semata lahirnya seorang manusia, tapi lahirnya gagasan baru, pekerjaan baru, cara baru, ekonomi baru. Membuka spirit melalui lukisan ini,” ujar Hartono, Jumat (7/6/2024).
Setidaknya ada 47 karya lukis Hartono yang dipamerkan. Secara umum, lukisan tersebut bercerita tentang Bung Karno serta jejak-jejaknya. Misalnya penggambaran kecintaan Bung Karno terhadap wayang.
“Pembuatan lukisan ini ada yang satu bulan, ada yang satu minggu, tergantung besar kecilnya. Paling lama lukisan judul Jas Merah. Hampir 4 bulan, karena lamanya menemukan konsep dan visualnya,” kata dia.
Lewat lukisan Jas Merah itu, harapannya pengunjung dapat terus mengingat tentang sejarah. Di sisi lain, lukisan ini sekaligus menjadi pengingatnya agar tak melupakan orang yang telah berjasa kepada dirinya.
“Jas Merah itu untuk mengingatkan saya juga bahwa jangan sampai lupa sama seseorang atau siapa yang pernah berjasa atau pernah menolong, supaya kita ingat pada yang lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, melalui setiap goresan lukisannya ini, dirinya berharap mahasiswa Untag Surabaya bisa mendapatkan informasi sekaligus ingat bahwa terdapat sosok Bung Karno yang bisa dipelajari.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J. Subekti berharap Untag Surabaya dapat menjadi kampus yang mampu mengobarkan kembali perjuangan Bung Karno.
“Kami ingin agar kampus Untag menyambut Sang Fajar. Kami ingin menyulut kembali api perjuangan Soekarno, bangsa Indonesia, agar tetap bisa menjadi negara yang diperhitungkan secara internasional,” tandasnya. [ipl/kun]






