Kediri (beritajatim.com) – Satya, balita umur 4 tahun di Kediri bernasib malang. Dia mengalami infeksi saluran kemih hingga harus opname di rumah sakit.
Atas saran dokter, Satyan dianjurkan segera melakukan khitan. Tujuannya untuk mengurangi risiko dari infeksi saluran kemihnya.
Meity, ibunda dari Satya kemudian menemui tim Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Dia menyampaikan keinginannya untuk mengkhitankan Satya namun juga terkendala biaya khitan.
“Kasihan Satya bu, kalo pas kambuh suka rewel karena sakit di bagian perut ke bawah. Apakah ada program LMI untuk khitan Satya bu?” Tanya Meity bertanya pada tim LMI Kediri.
Untuk membantu Meity mengkhitankan Satya, LMI mendatangkan petugas khitan untuk melakukan khitan pada Satya di rumahnya.
Khitan ini diharapkan dapat menolong Satya dari resiko terkena ISK lanjutan, mengingat usia Satya yang memang masih balita.
LMI mengkhitankan Satya dan kakaknya, Ryo namanya. Dia sekaligus dikhitan untuk menemani Satya sehingga tidak terlalu rewel karena efek khitan.
“Kami benar benar berterimakasih pada LMI atas bantuannya kepada kami. Maaf kami sering merepotkan LMI,” ujar Meity sambil memeluk menahan haru setelah proses khitan selesai.
Tak lupa LMI mengucapkan jazakumullah khair kepada donatur yang telah membantu khitan Satya dengan memberikan aneka hadiah dan snack.
“Semoga kedua anak ini menjadi semakin shalih dan semakin sehat ke depannya. Alhamdulillah ada donatur yang membantu proses ini. Khitannya pun juga mendapatkan layanan yang sangat baik. Terimakasih kepada semua yang telah membantu Satya berkhitan” pungkas bu Aris selaku staf pendayagunaan LMI Kabupaten Kediri. [nm/beq]






