Tuban (beritajatim.com) – Debat publik kedua Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendapat protes dari para pendukung Pasangan Calon (Paslon) perihal kendala live streaming. Atas kendala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban segera melakukan penjelasan.
Debat publik yang kedua yang diselenggarakan oleh KPU Tuban pada Sabtu (09/11/2024) malam kemarin bekerjasama dengan beberapa media patner dalam media penyiaran dan live streaming.
Namun, dalam pelaksanaannya, live streaming mengalami kendala pada saat pemaparan visi misi paslon nomor urut 02, awalnya penyampaian visi misi paslon nomor urut 01 tidak ada kendala dan lancar. Namun, mikrofon di ruang debat sempat bocor di Live Streaming pada menit 40:11.
Tak berlangsung lama, mikrofon sudah teratasi. Namun, saat bergantian dengan Paslon nomor urut 02 pemaparan visi misi oleh Calon Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono pasangan Aditya Halindra Faridzky, mikrofon hanya terdengar di ruang debat dan terdengar kecil saat di Live Streaming, hingga jaringan loading atau berhenti.
Sontak, para pendukung 02 memulai protes dan bertanya mengapa Live Streaming ada kendala. Pada menit 44.41 saat Joko Sarwono sudah memulai menyampaikan visi misinya Live Streaming di YouTube KPU Kabupaten Tuban berhenti.
Beruntungnya pada menit 1:04:39 Live Streaming bisa ditonton kembali dan penyampaian visi misi diulang dari Paslon nomor urut 01 dan nomor urut 02.
Ketua KPU Tuban Zakiyatul Munawaroh mengatakan, debat publik yang kedua sudah dilakukan meski ada masalah pada teknisnya. Namun, bisa segera diselesaikan dan bisa melanjutkan debat publik hingga selesai.
“Sebenarnya kalau di siaran televisi kan aman ya, hanya saja ada problem di Live Streaming sehingga teknis streamingnya itu diperbaiki oleh tim,” ujar Zakiyatul Munawaroh.
Zakiya sapanya ini juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah meminta kesepakatan dengan masing-masing Paslon untuk memperbaiki kendala tersebut.
“Dan kami menyampaikan bahwa akan diulang pada segmen pertama, meski segmen pertama baru dilalui beberapa menit kita ulang lagi, supaya jaringan lancar,” imbuhnya.
Masih kata Zakiya, karena memang pada saat segmen pertama paslon 02 ada jeda dan agar berimbang penyampaian visi misi oleh paslon 01 dan 02 pihaknya mengulang kembali pada segmen pertama.
“Alhamdulilah setelah diulang itu berjalan sampai selesai aman dan lancar,” terang Zakiya.
Saat disinggung soal protesnya para pendukung, Zakiya menyampaikan bahwa bukan protes namun mereka berkoordinasi soal kendala pada teknis penyiaran.
“Jadi lebih ke koordinasi aja ke teman-teman KPU dan kami juga memastikan kepada tim teknis ada problem apa, dan mereka butuh waktu yang cukup untuk memperbaiki begitu ya,” tutup Zakiya. [ayu/aje]






