Tuban (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban menggelar debat publik kedua pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tuban tahun 2024 di Grand Javanilla Tuban, Sabtu (9/11/2024) malam.
Dalam debat publik yang kedua ini, KPU Tuban memilih tema meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah.
Dari tema tersebut, kedua pasangan calon (Paslon) nomor urut 01 Riyadi-Wafi Abdul Rosyid dan paslon nomor urut 02 Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono memaparkan visi misinya dengan baik serta menjelaskan program yang akan dijalaninya saat resmi menjabat sebagai Bupati maupun Wakil Bupati Tuban.
Seperti halnya Paslon nomor urut 01 yang biasa akrab dipanggil Riyadi-Wafi menyampaikan bahwa visinya “Bersama Kabupaten Tuban yang baru, berkah, adil, ramah dan unggul, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, religius, berbudaya dan bermartabat dan dengan semangat baru”.
“Kami Riyadi-Wafi berkomitmen untuk menjadi pelayan masyarakat sesuai dengan tema debat yakni meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengatasi permasalahan daerah,” terang Riyadi.
Riyadi juga berkomitmen akan mewujudkan harapan masyarakat melalui infrastruktur. Yakni dengan menuntaskan pembangunan jalan yang belum selesai, memberikan fasilitas air bersih, pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Pada hakekatnya masyarakat Tuban berpesan kepada kami infrastruktur jalan tolong dituntaskan di seluruh Kabupaten Tuban, jangan sampai ada yang tidak halus, atas izin Allah kami siap menuntaskan pembangunan jalan infrastruktur. Tidak hanya membangun hari ini, besok rusak, tapi akan kami tingkatkan dengan rigid beton sehingga pembangunan akan awet, tidak setiap tahun dibangun,” imbuhnya.
Kemudian persoalan air bersih, menurut Riyadi-Wafi, pelayanan kesehatan jangan sampai ada masyarakat yang tidak dilayani di Puskesmas maupun di RS. Sedangkan pelayanan pendidikan jangan sampai ada masyarakat yang putus sekolah.
“Kami Riyadi-Wafi akan memberikan program 9 tahun dan tuntas sampai 12 tahun. Program unggulan Riyadi-Wafi masyarakat Tuban bisa berpendidikan sarjana S1 dan beasiswa pesantren santri yang bisa mondok plus S1 dan bisa memberikan program entrepreneur dan vokasi agar masyarakat siap jadi pelaku industrialisasi di Tuban,” bebernya.
Sementara itu, Paslon nomor urut 02 yang disapa Lindra-Joko memaparkan visi misinya yang diwakilkan oleh Joko Sarwono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dimana saya Joko Sarwono Calon Wakil Bupati Tuban, kurang lebih 30 tahun sebagai abdi negara, abdi masyarakat di birokrasi pemerintah daerah Kabupaten Tuban,” ujar Joko Sarwono.
Menurutnya, aspek melayani adalah hal yang ditemui setiap harinya dengan kata kunci sukses pelayanan masyarakat merupakan capaian kepuasan. “Dalam pelayanan publik selama kurang lebih 3 tahun, Pemerintah Kabupaten Tuban telah mencapai prestasi yang membanggakan yaitu dengan memperoleh predikat A,” kata Joko Sarwono.
Hal ini diukur berdasarkan pendapat dan persepsi masyarakat Kabupaten Tuban, yang kedua penghargaan nilai kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia yang juga telah mencapai predikat A pada tahun 2023, kemudian anugerah penghargaan predikat tertinggi nasional terhadap nilai kepatuhan dari pelayanan publik.
“Nilai kepatuhan ini meliputi penyediaan kompetensi dari penyelenggaraan atau pelayanan atau pemenuhan kebutuhan sarana prasarana terkait dengan pelayanan kepada masyarakat. Kedua pelayanan kepada masyarakat ini telah mematuhi standart pelayanan masyarakat yang sudah ditentukan oleh perundang-undangan,” tambahnya.
Oleh karena itu, Joko sapaannya, yakin akan kualitas pelayanan masyarakat di Kabupaten Tuban melalui tata kelola masyarakat daerah. Juga melalui sistem pengawasan yang efektif. “Sehingga harapannya tetap untuk dilanjutkan Mbangun Deso Noto Kuto,” pungkasnya. [ayu/suf]






