Surabaya (beritajatim.com) – SD SAIM (Sekolah Alam Insan Mulia) Surabaya menggelar pameran ‘International Culture Exhibition 2024’ untuk mengenalkan para siswa tentang budaya sejak dini.
Kepala SD SAIM Surabaya Lilis Kurniawati SPd mengatakan jika kegiatan ini sudah dirancang integratif dan berkesinambungan. Sehingga, akan menambah cakrawala literasi siswa sesuai tingkat pemahaman dan jenjang kelas siswa.
“Untuk siswa kelas 3 dikenalkan tentang lingkungan lokal sekitar. Kelas 4 lebih luas belajar tentang provinsi yang ada di Indonesia, dengan menggelar Pameran Budaya Nusantara pada 25 Januari lalu,” kata Lilis, Selasa (20/2/2024).
Sedangkan untuk kelas 6, lanjut dia, dalam pameran kali ini dikenalkan budaya internasional sebagai persiapan memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Mereka bersiap menuju global citizen, menjadi warga dunia.
“Ini semua integratif dan berkesibambungan. Kalau siswa SD belajar negara-negara asing cukup dari sekolah, nanti di tingkat SMP SAIM, siswa akan benar-benar pergi keluar negeri dalam program pertukaran pelajar, ke Perth Australia. Selama ini kami sudah bekerjasama dengan Como Secondary College,” ungkapnya.
Dalam pameran kali ini, juga dilakukan sarasehan bersama mahasiswa asing. Ada tiga narasumber, yakni Ariel Domingoez dari Honduras, Chit Thet Mon dari Myanmar, dan Song Jinah dari Korea Selatan.
“Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang tengah belajar Bahasa Indonesia atau prodi BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing),” ungkap Lilis.
Saat presentasi, Song Jinah (yang diberi nama Indonesia sebagai Sukma) terlihat cukup lancar berbahasa Indonesia. Dia menyatakan, setelah mengenal Yogyakarta dan Surabaya dia menjadi senang dan jatuh cinta pada budaya Indonesia. Dalam kesempatan itu juga berpromosikan indahnya 4 musim di negeri Korea.
Sementara itu Ariel dan Chit secara kompak mengatakan bahwa masyarakat Indonesia itu umumnya ramah dan bersahabat. “Selalu senyum. Suka membantu,” kata Ariel.
Tak hanya itu, mereka juga memberikan apresiasinya atas digelarnya pameran budaya internasional di SD SAIM Surabaya ini. “Impresif. Amazing performance. Saya suka sekali dan ingin sharing culture. Change start with you,” tuturnya.
Sebagai informasi, pada pameran ini berdiri sejumlah stan yang memiliki benua dan negara-negara. Aneka acara menarik bermuatan edukatif juga tersaji dalam event ini.
Misalnya saja dengan adanya parade yang menampilkan pasangan pria-wanita berbusana negara tertentu, kemeriahan barongsay, live music, perkusi barang bekas, hingga praktik menulis huruf hiragana Jepang dan huruf hangeoul Korea. [ipl/ian]






