Surabaya (beritajatim.com) – PT Fireworks kembali menggelar pameran teknologi gula usai tertunda akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Pameran SUGAREX Indonesia tersebut kali ini digelar dua hari yakni 23-24 November 2022 di Dyandra Convention Center, Surabaya.
Direktur Utama PT Fireworks Indonesia Susan Tricia mengatakan, pameran ini diikuti oleh 44 peserta dari 4 negara. Di antaranya Indonesia, Thailand, India, dan Cina. Diperkirakan, jumlah pengunjung yang akan hadir selama dua hari menyentuh seribu orang.
“Jadi ini pameran kelima, itu intinya tentang teknologi pergulaan, dan yang dipamerkan teknologinya,” ujar Susan, Rabu (23/11/2022).
Susan menjelaskan, SUGAREX Indonesia ini ingin mempertemukan perusahaan hulu dan hilir gula dan juga industri pendukungnya untuk berkumpul, saling bersosialisasi dan bertukar informasi terkini di lapangan, serta perkembangan teknologi terbaru hingga masalah dan tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pameran”]
“SUGAREX adalah program regular pameran gula yang diselenggarakan di bawah Fireworks Trade Media Group, yang diadakan di Indonesia dan juga di Thailand,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan jika teknologi pergulaan menjadi hal penting. Apalagi, menurutnya situasi global saat ini tengah tidak baik.
“Ini penting karena memang di pedesaan kalau kita lihat datanya, tenaga kerja itu banyak di sektor pertanian. Tapi lama-lama berkurang dan semakin mahal. Jadi, pameran di sini sangat bagus, karena di Jawa Timur itu terbesar produksi gulanya,” ungkapnya.
Adik menyebut, di Jawa Timur sendiri terdapat 29 pabrik gula. Di sisi lain, peluang bisnis pergulaan kurang lantaran Indonesia masih melakukan import, baik untuk konsumsi maupun industri.
“Pameran ini bagus sekali, dan mudah-mudahan tahun depan kita akan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Fireworks, Kadin, Asosiasi Petani Tebu, dan lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga berharap, dengan adanya pameran ini, para pengusaha di industri pergulaan bisa mendapatkan pengetahuan tentang teknologi yang dibutuhkan oleh industrinya. “Ini akan bermanfaat dalam rangka efisiensi, karena gula ini termasuk pangan,” tandasnya. (ipl/kun)






