Surabaya (beritajatim.com) Minuman yang berasal dari Tuban ini, memiliki keunikan dari segi rasa maupun prosesnya. Minuman ini berasal dari pohon lontar, pohon ini adalah sumber minuman khas dan pemandangan yang melegenda di pesisir selatan Jawa Timur.
Dua jenis minuman populer, yaitu legen dan toak cara membuatnya, rasanya, dan dampaknya pada tubuh benar-benar berbeda. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting bagi mereka yang menyukai minuman tradisional dan untuk mempertahankan budaya kuliner yang beragam ini.
Perbedaan Legen dan Tuak
Dua minuman yang berasal dari nira pohon siwalan, tuak dan legen, berbeda dalam proses pembuatan dan kandungan alkoholnya.
Legen adalah minuman segar yang belum difermentasi, sehingga tidak memiliki alkohol dan rasanya manis sedikit asam. Dengan konsumsi yang tepat, legen dapat menyegarkan dan menghidrasi tubuh dengan aman.
Tuak, malah kebalikannya, minuman ini telah difermentasi dan memiliki alkohol dan rasa yang manis, asam, dan sedikit pahit. Tuak tidak disarankan untuk anak-anak atau orang yang menghindari alkohol karena dapat memabukkan.
Sebagai Obat
Minuman ini dapat menjadi obat untuk masalah saluran kemih, karena kalsium yang menyumbat saluran kemih harus dikeluarkan dari saluran kemih agar tidak menghalangi pengeluaran urin.
Ini terjadi karena kandungan air dari legen dapat menghancurkan kalsium yang menyumbat saluran kemih, sehingga kalsium dikeluarkan bersamaan dengan urin. Selain itu, minuman legen ini bertindak sebagai antibiotik.
Legen dapat membantu mencegah dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh dan menghentikan perkembangan virus dan bakteri yang menyerang. Enzim antibiotik yang terkandung dalam air legen ini dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan virus.
Wajib dicoba!
Legen dan tuak memiliki karakter dan kisah yang berbeda meskipun berasal dari sumber yang sama. Toak memiliki rasa fermentasi yang unik, tetapi legen aman dan menyegarkan. Dua di antaranya merupakan warisan budaya yang menunjukkan kemampuan masyarakat untuk mengolah sumber daya alam secara inovatif.
Oleh karena itu, saat Anda berada di Tuban, cobalah mencicipi legen segar langsung dari penjualnya, dan pelajari perbedaan sebelum Anda salah memilihminuman pilihan.
[Imelda Faizza Indriani]






