Probolinggo (beritajatim.com) – Sebuah eksavator yang tengah bekerja di kawasan Simpang Brak, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, diduga menjadi penyebab matinya lampu lalu lintas.
Akibatnya, traffic light di sisi timur simpang tersebut padam total dan memicu gangguan arus kendaraan di jalur padat itu.
Lampu merah itu mati setelah kepala keruk eksavator menggasruk kabel utama yang berada di sisi timur, membuat kabel putus dan sistem tak lagi berfungsi. Kondisi ini menimbulkan keluhan para pengguna jalan, mengingat simpang Brak merupakan titik perlintasan strategis dengan volume kendaraan tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Pudi Adji, membenarkan kejadian tersebut. “Ndan melaporkan, kabel lampu traffic light Brak sisi timur putus kena keruk eksavator tadi siang,” tegasnya.
Dari laporan petugas lapangan, kerusakan yang ditimbulkan cukup serius. “Iya, kita lihat putusnya seperti apa. Kalau putus banyak ya harus beli kabel,” ujarnya.
Petugas juga menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan saat alat berat masih bekerja, karena dikhawatirkan kabel yang disambung justru kembali tersangkut dan putus lagi.
“Menunggu pekerjaan selesai. Kalau kita sambung sekarang nanti kena garuk dan putus lagi. Besok kita sampaikan,” tambahnya.
Dishub menilai pekerjaan eksavator tersebut seharusnya lebih berhati-hati, terutama karena berada dekat instalasi vital yang mengatur arus lalu lintas.
Dishub memastikan akan melakukan perbaikan segera setelah area aman, namun meminta agar pihak operator eskavator bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Diketahui, Eksavator yang tengah bekerja itu, merupakan bagian dari proyek preservasi Jalan Sukarno Hatta, hingga Panglima Sudirman senilai 40 Miliar. (ada/ted)






