Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan kini punya Ibunda Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Adalah Anis Kartika Yuhronur Efendi, yang baru saja dikukuhkan oleh Ketua PGRI Jatim, untuk mengemban amanat dalam masa bakti 2025-2030.
Ketua PGRI Jawa Timur, Djoko Adi Waluyo, mengatakan dengan pengukuhan itu, Lamongan menjadi kabupaten pertama yang memiliki Ibunda PGRI.
“Terpilihnya Ibu Anis menjadi Ibunda PGRI, karena keaktifannya dalam mengupayakan peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) di Lamongan, kata Adi, saat pengukuhan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/6/2025).
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meyakini dengan hadirnya Ibunda PGRI, akan membantu mewujudkan komitmen Lamongan dalam membangun SDM yang unggul dan berdaya saing.
Seperti yang tertuang dalam misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan, yakni mewujudkan SDM unggul, berdaya saing dan berakhlak, yang responsif terhadap perubahan zaman.
“Pemkab Lamongan memiliki komitmen dalam melakukan pembangunan fisik dan non fisik. Pada non fisik diwujudkan pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing untuk menyambut Indonesia emas 2045. Dan guru adalah mitra strategis dalam melakukan akselerasi pembangunan di dunia pendidikan,” tuturnya.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan, komitmen Kabupaten Lamongan dalam mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan direalisasikan melalui beberapa program, salah satunya adalah beasiswa Perintis (Pendidikan Terintegrasi dan Gratis).
Selanjutnya ada program Sadel Cepak (Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak), program ini bertujuan untuk mencegah perkawinan anak di daerah dengan angka perkawinan anak tertinggi, dengan cara mengedukasi masyarakat dan meningkatkan komitmen untuk meminimalkan perkawinan anak.
Lalu program Gerai Si Dilan (Gerakan Aksi Penguatan Transisi PAUD ke SD Menyenangkan), yang berfokus pada penanaman karakter, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dan peningkatan kualitas SDM, khususnya dalam bidang sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.
“Tidak hanya itu, Pemkab Lamongan juga memastikan program pendidikan dari pemerintah pusat, terlaksana dengan baik di Lamongan. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, memantapkan infrastruktur pendidikan dan lainnya,” ucapnya. [fak/aje]






