Pamekasan (beritajatim.com) – Laju pertumbuhan sektor ekonomi di kabupaten Pamekasan, sempat mengalami pelambatan drastis hingga tingkat negatif dengan kontraksi 2,54 persen, khususnya pada fase darurat Coronavirus Disease 2019 pada 2020 lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Pamekasan, Taufiqurrahman dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pamekasan Tahun 2023, di Ruang Pertemuan Wahana Bina Praja Kantor Bupati Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Rabu (16/3/2022).
“Pada 2020 lalu, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Pamekasan terkontraksi sebesar 2,54 persen. Hal itu terjadi karena bersamaan dengan masa darurat Covid-19,” kata Kepala Bappeda Pamekasan, Taufiqurrahman.
Namun memasuki tahun 2021, laju pertumbuhan ekonomi mulai mengeliat dan kembali bergerak cepat dengan catatan pertumbuhan sebesar 3,41 persen. “Pertumbuhan sebesar 3,41 persen menjadikan Pamekasan, menempati urutan pertama dibanding tiga kabupaten lain di Madura,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bappeda-pamekasan”]
“Sementara kabupaten Bangkalan pada Tahun 2021 mengalami kontraksi laju pertumbuhan ekonomi -2,07 persen, sedangkan kabupaten Sampang mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,22 persen, dan Sumenep sebesar 2,61 persen,” sambung Pak Taufiq, sapaan akrab Taufiqurrahman.
Dalam lima tahun terjadi pertumbuhan ekonomi Pamekasan tumbuh di atas 5 persen pada 2017, puncak laju pertumbuhan terjadi pada 2018 sebesar 5,46 persen. Namun kembali melambat pada 2019 sebesar 4,92 persen, bahkan terjadi pelambatan laju pertumbuhan secara drastis hingga ke tingkat negatif dengan kontraksi 2,54 persen pada 2020.
“Hanya saja secara rata-rata laju pertumbuhan sektor ekonomi di Pamekasan dalam lima tahun terakhir, yakni sejak 2017 hingga 2021 terbilang stabil. Artinya dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan ekonomi di Pamekasan sebesar 3,26 persen atau selisih 0,16 persen laju pertumbuhan ekonomi tingkat Jatim,” pungkassnya. [pin/but]






