Jember (beritajatim.com) – Krisis bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (29/7/2025). Antrean panjang hingga meluber ke jalan raya masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kelangkaan BBM terjadi sejak Sabtu (26/7/2025). Keterlambatan pasokan BBM ke Jember menyebabkan persediaan 41 SPBU menipis dan cepat habis. Ini membuat warga panik dan mengantre berjam-jam.
Bupati Muhammad Fawait sedikit lega setelah mendengar penjelasan Pertamina, bahwa ada pengiriman BBM besar-besaran, Senin (28/7/2025) malam.
“Armada yang dipakai bukan dari Banyuwangi lagi, tapi besar-besaran dari Malang, Surabaya, dan bahkan dari Solo. Artinya ini ada upaya serius dari Pertamina untuk menyelesaikan kelangkaan BBM,” kata Fawait, dalam konferensi pers di gedung DPRD Kabupaten Jember, Senin (28/7/2025) malam.
Fawait menjelaskan, krisis BBM terjadi karena pendistribusian yang tersendat. “Biasanya dari Banyuwangi ke Jember lancar, karena ada halangan, akhirnya melambat,” katanya.
Saat bertemu perwakilan Pertamina, Fawait menyampaikan protes dan kekecewaan masyarakat Jember. “Seharusnya hal-hal seperti ini bisa diantisipasi jauh-jauh hari, karena ini kewenangan Pertamina, bukan kabupaten. Tapi kami tidak sedang berusaha mencari dan melempar kewenangan siapa ini. Tapi dalam konteks mencari solusi,” katanya.
Fawait memahami kekecewaan masyarakat. “Tapi kami mengimbau tetap tenang, tidak ada panic buying. Karena kalau ada panic buying, akan memperlambat pemulihan BBM di Jember,” katanya. [wir]






