Pasuruan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan. Kali ini KPU Pasuruan mengajak para penyandang disabilitas di Kabupaten Pasuruan untuk datang ke TPS saat pemungutan suara Pilkada 2024.
Dalam pertemuan ini, KPU bekerja sama dengan beberapa komunitas disabilitas yakni Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), dan Disabilitas Motor Indonesia (DMI).
Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan Muhammad Rois mengatakan, ada ratusan masyarakat disabilitas yang diberikan sosialisasi mengenai tahapan pemilu yang akan berlangsung.
“Kali ini kami mengundang beberapa masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Pasuruan. Hal ini dikarenakan hak yang didapatkan sama seperti masyarakat lainnya dalam memilih kepala daerah yang akan diadakan bulan November mendatang,” jelasnya, Selasa (16/7/2024).
Rois juga mengatakan tak hanya masyarakat disabilitas, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi di beberapa sektor. Di antaranya kelompok perempuan, beberapa kelompok pemuda, juga sejumlah masyarakat Suku Tengger.
Gencarnya sosialisasi ini dilakukan oleh KPU guna mencapai target pemilih yang sudah ditetapkan. Bahkan dirinya berharap target pemilih pada pilkada nanti akan melebihi total pemilih pada Pemilu Februari lalu.
“Kemarin pada pemilu, pemilih yang datang ke TPS dan mencoblos totalnya ada sekitar 88 persen, dan itu sudah melebihi target yang ditetapkan oleh KPU Pusat. Sehingga untuk pilkada nanti kami berharap bisa mencapai 100 persen pemilih yang datang ke TPS untuk melakukan pencoblosan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pertuni Kabupaten Pasuruan, Denny Kurniawan sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, sosialisasi ini sangatlah penting hal ini guna mendongkrak semangat teman-teman yang juga ingin menyuarakan hak pilihnya.
“Kami sangat bersyukur, karena kami bisa mengetahui dan memberimasukan kepada KPU terutama di saat hendak mencoblos. Karena sebelumnya kami para disabilitas ada yang sempat kesulitan saat datang ke TPS dengan menggunakan kursi roda,” ungkapnya. [ada/beq]






