Surabaya (beritajatim.com) – Ajang Kompetisi Musik Pelajar (KMP) Ramadhan 2026 se-Surabaya Raya kembali digelar dan menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, event ini konsisten hadir sebagai ruang apresiasi sekaligus jalur prestasi non-akademik bagi pelajar.
Tahun ini, sesi Surabaya Raya digelar pada Februari 2026. Rangkaian berikutnya akan berlanjut ke tingkat Jawa Timur pada pekan ketiga dan keempat Juni, lalu ditutup dengan kompetisi tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada November mendatang.
Penyelenggara sekaligus juri KMP, Adi Nugroho, menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. “Di Surabaya ini alhamdulillah telah tercapai 100 partisipan. Per harinya ada 25 peserta yang tampil di Rahang Tuna Resto, Jalan Wijaya Kusuma No.28 Surabaya,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Adi, kompetisi ini tidak sekadar lomba, tetapi juga investasi masa depan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Surabaya yang berkenan menjadikan medali KMP atas nama Pemkot Surabaya.
“Kami berterima kasih atas support berbagai pihak, termasuk Pemkot Surabaya. Mudah-mudahan medali ini bisa dimanfaatkan adik-adik untuk jalur prestasi non-akademik,” imbuhnya.
Dari 100 peserta, salah satu sorotan datang dari Lintang Alya (11), siswi SDN Wonokusumo 5 Surabaya. Ia sukses membawa pulang medali emas kategori solo vokal tingkat SD. “Iya dapat medali emas, tentunya senang sekali,” ujar Lintang dengan senyum sumringah.
Meski sudah beberapa kali menjuarai ajang serupa, kemenangan kali ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Lintang mengaku hobi bernyanyi sejak kecil dan berlatih secara otodidak. Ia bermimpi suatu saat menjadi penyanyi profesional.
Ketua FSP Parekraf Jawa Timur, Michael Revy, turut mengapresiasi gelaran ini. “Kami dari federasi serikat pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif Surabaya, khususnya Jawa Timur, mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Adi Nugroho Music Course dalam rangka Kompetisi Musik Pelajar Ramadhan 2026 se-Surabaya Raya,” ujarnya.
Ia menilai kompetisi ini berperan penting dalam memunculkan bakat muda Surabaya, kota yang pernah melahirkan band-band besar Indonesia seperti Dewa19, Padi, hingga Boomerang. “Paling tidak anak-anak muda ini semakin berani tampil dan terekspos. Siapa tahu ke depan mereka bisa tampil di momentum besar seperti Hari Jadi Kota Surabaya,” katanya.
Michael juga menegaskan bahwa sertifikat KMP dapat diajukan melalui jalur prestasi, sebuah fasilitas yang menurutnya tidak semua event miliki. Dukungan dari Dispubporapar Surabaya pun menjadi nilai tambah tersendiri.
Ke depan, ia berharap kompetisi ini bisa diselenggarakan lebih besar dan lebih luas jangkauannya. Dengan konsistensi dan dukungan berbagai pihak, Kompetisi Musik Pelajar Ramadhan tak hanya menjadi ajang adu bakat, tetapi juga pijakan awal lahirnya generasi baru musisi Surabaya yang siap menapaki panggung lebih tinggi. (fyi/kun)






