Surabaya (beritajatim.com) – Ajang bergengsi bagi generasi muda Indonesia kembali hadir dengan lebih banyak tantangan. Kompetisi Coding Tingkat Nasional 2024, yang diselenggarakan oleh Aviri, menjadi wadah pengembangan bakat siswa di bidang teknologi dan pemrograman.
Kompetisi ini mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan berbagai kategori yang mengasah kemampuan para peserta.
Tahun ini, kompetisi membawa inovasi baru dengan format yang lebih seru, terutama pada kategori SMP dan SMA yang mengusung tantangan pembuatan asisten digital. Peserta ditantang memanfaatkan teknologi web seperti HTML, JavaScript, dan CSS, dengan fokus pada antarmuka yang mudah digunakan serta logika program yang efisien.
“Peserta tidak hanya diuji secara teknis, tetapi juga diajak berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah melalui kode,” ujar CEO Aviri, Riezky Aditya, Senin (21/10/2024).
Kompetisi ini juga menawarkan tantangan menarik bagi peserta SD, di mana babak penyisihan dilakukan secara online, sementara babak final akan berlangsung offline di Surabaya.
Selain itu, kategori SD juga mengusung konsep baru, yaitu “Duel 1 vs 1”, di mana dua peserta akan beradu keterampilan coding secara langsung. Ada pula kategori pembuatan game berbasis teks yang menggunakan bahasa pemrograman JavaScript.
“Format ini dirancang agar siswa bisa merasakan kompetisi secara langsung dan mendalami dunia coding dengan lebih menyenangkan,” tambah Riezky.
Kompetisi ini telah menjadi agenda tahunan sejak 2022 dan terus berkembang pesat, dengan babak final offline mulai diperkenalkan pada 2023. Di tahun 2024, seluruh finalis akan bertanding secara langsung pada 22 Desember di BG Junction Mall Surabaya.
Dengan lebih banyak kategori dan format kompetisi yang lebih inovatif, acara ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui teknologi.
“Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana siswa bisa belajar dan mengeksplorasi potensi mereka dalam dunia teknologi,” ungkap Riezky.
Menurut dia, dengan semakin meningkatnya minat dan tantangan dalam kompetisi ini, masa depan dunia pemrograman di Indonesia tampak cerah dan penuh harapan. Kompetisi Coding Nasional 2024 tidak hanya menyiapkan generasi muda menghadapi era digital, tetapi juga mencetak talenta yang siap bersaing di level nasional dan internasional.
“Kami berharap acara ini terus menjadi langkah awal bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk lebih mendalami pemrograman dan membangun semangat kolaborasi serta inovasi,” pungkas dia.[asg/kun]






