Gresik (beritajatim.com)– Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi ini layak disandang oleh warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik, saat pertemuan dengan perwakilan PT Linde Indonesia pasca kebocoran.
Dalam pembahasan kompensasi bagi warga yang terdampak. Produsen oksigen industri dan nitrogen itu malah menawar kompensasi yang akan diberikan, sehingga terjadi deadlock antara warga dengan perwakilan perusahaan.
Belum adanya penyelesaian kompensasi ini bermula. Manajemen PT Linde Indonesia menawar kompensasi terhadap warga yang terdampak sebesar 50%.
Adapun permintaan warga Rp 1,5 juta bagi warga yang terdampak parah dan Rp 1 juta bagi yang terdampak lainnya per kepala keluarga.
Sedangkan PT Linde Indonesia menawar Rp 750 ribu bagi warga terdampak parah, dan Rp 500 ribu bagi yang terdampak lainnya. Sementara total warga Desa Roomo ada sebanyak 1.950 kepala keluarga dengan 1.142 rumah.
Setelah pertemuan berjalan sangat alot, kompensasi terhadap warga sempat dinaikan menjadi Rp 1 juta bagi warga yang terdampak parah, dan Rp 600 ribu terdampak lainnya.
Kenaikan tersebut juga belum menemui kesepakatan. Akhirnya, audensi warga dengan manajemen PT Linde Indonesia belum ada kesepakatan alias deadlock.
Terkait dengan ini manajemen PT Linde Indonesia mengaku masih perlu berkoordinasi dengan kantor pusat mengenai permintaan warga yang terdampak.
“Kami sampaikan jika bapak-bapak sepakat dengan penawaran yang terakhir bisa kita finalkan sekarang. Namun, jika itu belum sepakat kita mohon waktu,” ujar Human Resources Development (HRD) PT Linde Indonesia, Anita Huda, Kamis (7/8/2025).
Masih menurut Anita Huda, pihaknya perlu berkordinasi dulu dengan kantor regional soal nilai kompensasi warga pasca terjadinya kebocoran.
“Kami akan berkordinasi dulu mengenai kompensasi warga yang terdampak,” paparnya.
Sementara itu, Plt Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Roomo, Zainal Arifin mengatakan, warga sepakat menunggu hasil keputusan akhir kompensasi dari PT Linde Indonesia.
“Kita sepakat menunggu hasil dari manajemen PT Linde Indonesia mengenai kompensasi ini,” katanya. (dny/ted)






