Pamekasan (beritajatim.com) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Saiful Hadi kembali menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan konsep pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif sebagai bagian dari konsep Taneyan Lanjhang.
Hal tersebut disampaikan disela peresmian Gelanggang Olahraga (GOR) Said Abdullah di Kompleks Perguruan Tinggi yang beramat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan,Pamekasan, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut tampak hadir jajaran pimpinan UIN Madura, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Safi’, dua Anggota DPR RI Dapil Jatim XI Madura, MH Said Abdullah dan Hj Ansari l, serta sejumlah undangan lainnya.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, khususnya sejak resmi bertransformasi dari institut menjadi universitas, banyak sekali nikmat yang sudah kami peroleh, dan banyak sekali hal yang sudah kita selesaikan untuk memberikan layanan pendidikan, baik akademik maupun non akademik,” kata Rektor UIN Madura, Saiful Hadi.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan beberapa poin yang dianggap penting untuk disampaikan, khususnya bersamaan dengan peresmian GOR Said Abdullah. “Pertama kami atas nama UIN Madura, menyampaikan teruma kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh Madura, yang sudah ikut serta dan berpartisipasi melakukan perubahan bentuk dari institut menjadi universitas,” ungkapnya.
“Kedua juga perlu penting kami sampaikan, jika saat ini UIN Madura mengambil langkah tepat menjadi kampus Taneyan Lanjhang, melalui konsep pengembangan ilmu pengetahuan Islam Integratif,” sambung Saiful Hadi.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan jika institusi yang dipimpinnya juga tetap mengadopsi nilai sosio-kultur Madura. “Nilai keislaman dan aspek budaya Madura yang agung dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tetap akan kita implementasikan melalui konsep ini,” tegasnya.
“Seperti yang disampaikan Pak Said Abdullah; jangan hilang keislamannya, akan terus kita pegang teguh. Semoga yang diamankan pemerintah dapat menjadi bagian yang kontribusi untuk membangun Madura berkeadaban lebih maju sebagai bagian tak terpisahkan dari bagian Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, melalui upaya tersebut diharapkan dapat menjadi spirit dan motivasi untuk menghadapi tantangan di masa depan, tentunya dengan tetap berpegang teguh pada prinsip yang dituangkan dalam konsep pengembangan ilmu pengetahuan integratif. “Tentu kami ingin menjadi bagian dan upaya membangun Madura lebih baik dan berprestasi,” pungkasnya. [pin/kun]






