Ponorogo (beritajatim.com) – Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, turun langsung dalam kegiatan Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Balai Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Program ini merupakan kerja sama antara Kodim Ponorogo dengan Perum Bulog Cabang Ponorogo, yang juga terhubung dalam sesi video conference (vidcon) bersama Menteri Pertahanan RI.
Di hadapan ratusan penerima bantuan, Dandim menegaskan bahwa penyaluran ini tak hanya sebatas distribusi beras, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menguatkan ketahanan ekonomi rakyat kecil.
“Alhamdulillah hari ini Kodim Ponorogo bersama Perum Bulog Ponorogo menggelar kegiatan pemberian bantuan pangan beras serta stabilitasi pasokan dan harga pangan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Ponorogo,” kata Dandim, Kamis (24/7/2025).
Tak hanya soal bantuan sosial, kata Dandim program SPHP ini juga menjadi upaya konkret negara. Yakni menjaga daya beli masyarakat, saat harga kebutuhan pokok cenderung fluktuatif.
“Disamping sebagai stimulus perekonomian kepada masyarakat khususnya yang ada di Ponorogo, melalui Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ini, merupakan salah satu program pemerintah dengan tujuan untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi para konsumen,” terang Letkol Inf Dwi Soerjono.
Hingga 23 Juli 2025, total penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog Ponorogo telah mencapai 709.040 kilogram, atau sekitar 709 ton. Jumlah itu mewakili 39,81% dari target distribusi, dengan sasaran sebanyak 35.452 penerima manfaat. Setiap warga penerima mendapatkan alokasi 20 kilogram beras.
Dalam kesempatan hari itu, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 178 warga Desa Jimbe, disaksikan oleh Wakil Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Nurlissa Anggraeni, jajaran Forkopimka, perangkat dan tokoh masyarakat setempat. Program SPHP ini diharapkan terus berlanjut dan menyentuh seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan, seiring dengan komitmen TNI dan pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional. (end/but)






