Jember (beritajatim.com) – Lilik Lailiyah, Kepala Dinas Kesehatan Jember, Jawa Timur, sempat gentar berhadapan dengan wartawan. Gara-gara pemberitaan seputar vaksinasi, ia jadi viral.
Lilik mengaku pernah diberi tugas oleh bupati untuk memberikan keterangan pers untuk meluruskan berita salah satu media massa di Jakarta terkait kondisi Covid di Jember. “Dari kasus itu, saya jadi viral. Anak saya yang jauh (dari Jember menghubungi): ada apa ini?” katanya, dalam acara Ngopi Budaya di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (15/1/2022) lalu.
Namun gara-gara kasus tersebut, ia kini tidak lagi grogi menghadapi wartawan. Pengalaman menjadi viral gara-gara berita membuat Lilik lebih percaya diri saat menghadapi munculnya kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) di Kecamatan Tanggul, saat ada seorang warga meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid. Pengalaman mengajarkannya untuk menjawab pertanyaan wartawan yang dikirimkan via WhatsApp atau menghubungi langsung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”viral”]
“Kalau dulu saya didatangi wartawan agak takut-takut, karena biasanya apa yang diberitakan maupun yang kami sampaikan dipelintir-pelintir. Tapi saya sekarang tidak takut, karena saya harus meluruskan. Berita-berita yang kurang benar ini kan seharusnya disaring, mesti diverifikasi dulu. Tapi mengapa beberapa kali ada berita yang tidak benar, sehingga merugikan program-program kami dalam menangani Covid-19. Saat ini kami sedang dalam percepatan vaksinasi,” kata Lilik.
Lilik berharap wartawan dan pemerintah bisa bersinergi menghadapi pandemi. “Dan terima kasih gara-gara itu saya viral,” katanya. [wir/but]






