Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Carlos Periera mengaku tidak nyaman dengan situasi yang dialami timnya, khususnya pasca kembali gagal mendulang poin kala menjamu Malut United pada pekan ke-24 Super League 2025-2026, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Selasa (3/3/2026).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab terpaksa harus menyerah dengan skor tipis 1-2 dari Malut United. Sebiji gol Madura United dicetak Lulinha pada menit 78′, sementara dua gol Malut dicetak David da Silva pada menit 31′ dan 58′.
“Pada laga ini kita menerapkan rencana berbeda, dan kami sempat memiliki beberapa peluang pada babak pertama. Sayang tim lawan justru berhasil mencetak gol, dan hal itu justru merusak rencana kita,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Periera, usai pertandingan.
Bahkan perubahan strategi pada babak kedua melalui rotasi pemain, juga sempat menjadi asa untuk kembali mendulang poin. “Babak kedua kita melakukan pergantian pemain, permainan meningkat dan bahkan mendapatkan beberapa peluang untuk menyamakan skor, termasuk pada menit 50′ yang kami pikir sebagai peluang emas,” ungkapnya.
“Tapi ketika fokus menyerang, kita justru kembali kebobolan gol kedua. Setelah itu kita berhasil mencetak gol dan mencoba lagi (untuk menyamakan skor), tapi Malut United tampil solid dan bertahan dengan baik,” sambung Carlos Periera.
Tidak hanya itu, juru taktik berkebangsaan Brasil, juga menegaskan tidak enak dengan kondisi yang dialami timnya. “Hal ini juga dirasakan seluruh pemain ketika berada di ruang ganti, pemain sudah mengerti dengan kondisi ini, dan kita harus segera keluar dari situasi ini,” tegasnya.
“Tidak ada satupun di tim yang nyaman dengan kondisi ini, dan kita harus benar-benar bisa segera keluar dari situasi ini. Ke depan kita tidak boleh mengulang kesalahan sebelumnya,” pungkasnya.
Dengan kekalahan tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tetap tertahan di posisi 14 klasemen sementara dengan torehan 20 poin berkat hasil 4 kali menang, 8 kali imbang, dan 12 kali kalah. Mereka baru memasukkan 23 gol dan kebobolan sebanyak 38 gol dari 24 laga yang dijalani.
Bahkan posisi mereka terancam digeser dua tim lain di bawah mereka, dan tidak menutup kemungkinan kembali menempati zona merah degradasi. Sebab selisih poin dengan Persatu Tuban hanya 1 poin, serta selisih 2 poin dari PSBS Biak yang menempati posisi teratas zona merah. Terlebih kedua tim tersebut baru menjalani 23 pertandingan. [pin/ian]






