Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali gagal mengamankan poin akibat kalah 1-2 dari Malut United pada pekan ke-24 Super League 2025-2026, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Selasa (3/3/2026).
Mengawali laga, Laskar Sape Kerrab langsung tancap gas dan mendominasi pertandingan. Beberapa peluang mampu mereka ciptakan dan membahayakan barisan pertahanan tim tamu. Namun barisan pertahanan Malut United tampil solid dan meredam agresivitas permainan tuan rumah.
Bahkan untuk membendung agresivitas permainan yang ditunjukkan pemain tuan rumah, para pemain Malut menerapkan pressing ketat dan membuat pemain Madura United tampak kewalahan, beberapa di antaranya berujung kartu kuning yang diterima pemain Malut United Gustavo Moreno pada menit 29′.
Namun tampil dominan tidak menjamin pemain Madura United mampu membobol jala gawang Malut, justru tim tamu berhasil memecah kebuntuan berkat heading David da Silva meneruskan umpan Tyronne Gustavo da Pino Ramos pada menit 31′, skor berubah, Madura United 0-1 Malut United.
Tertinggal gol membuat pemain Madura kembali mengatur ritme dan semakin meningkatkan agresivitas permainan, namun berisan pertahanan Malut tampil solid dan berhasil mementahkan peluang tim tuan rumah, skor bertahan 0-1 hingga 45′ menit interval pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Madura United kembali tampil impresif dan langsung menekan barisan pertahanan Malut. Bahkan beberapa peluang mampu mereka dapatkan, hanya saja penyelesaian akhir selalu menjadi kendala utama.
Asyik menyerang dan berupaya mencetak gol untuk mengejar skor, justru dimanfaatkan Malut untuk menambah gol. Skema serangan balik pemain Malut mampu menerobos barisan pertahanan Madura, pada akhirnya David da Silva kembali berhasil membobol jala gawang Madura yang kosong meneruskan umpan Frets Butuan pada menit 58′. Madura United 0-2 Malut United.
Gol tersebut semakin memotivasi pemain Madura untuk memecah kebuntuan, beberapa peluang berhasil mereka dapatkan, namun finishing selalu menjadi penghambat. Sementara pemain Malut mulai mengatur ritme, sesekali mereka mulai memperlambat permainan guna memancing emosi pemain lawan.
Upaya Madura mengejar skor terus dilakukan, di antaranya dengan melakukan rotasi pemain yang memiliki tipikal menyarang. Pada akhirnya mereka berhasil membuat 499 pasang mata bersorak menyambut gol Lulinha meneruskan umpan matang Fransiskus Olepue pada menit 78′, skor berubah, Madura United 1-2 Malut United.
Gol Lulinha meningkatkan motivasi pemain untuk kembali mengejar skor, namun memasuki masa injury time terjadi insiden di area penalti Malut United, di mana pemain Madura United terkapar dan harus dibawa ke rumah sakit. Namun hingga 8′ menit babak tambahan waktu, skor tidak berubah, Madura United 1-2 Malut United. [pin/ian]






