Malang(beritajatim.com) – Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga ingin pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memaksimalkan pemasaran digital agar area cakupannya cukup luas. Dia menyebut, digitalisasi mampu mendongkrak perekonomian dan Kota Malang dianggap cukup berpotensi.
“97 persen tenaga kerja kontribusi dari UMKM. Kontribusi UMKM terhadap PDB hampir 64 persen dengan jumlah 63 juta di Indonesia. UMKM ini menjadi pilar penting menjaga dan meningkatkan perdagangan. Kami terus mencoba bagaimana mendigitalisasi UMKM,” kata Jerry saat di Malang, Kamis, (9/3/2023).
Jerry mengatakan, bahwa UMKM adalah pilar perdagangan di Indonesia dan Kota Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM menuju digitalisasi perdagangan. Dia sempat mengunjungi Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang. Dia melihat pembayaran digital cukup efektif tinggal didorong berkembang.
“Digitalisasi akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku UMKM. Dengan adanya digitalisasi jangkauan pemasarannya bisa lebih luas dan lebih tertata,” imbuhnya.
Jerry mengajak para pelaku UMK bisa meningkatkan literasi keuangannya. Karena sektir perdagangan selalu beriringan dengan sektor keuangan. Untuk itu, aspek literasi keuangan sangat penting diketahui oleh pedagang.
“Perdagangan juga sangat erat kaitannya dengan keuangan. Artinya, inklusi keuangan penting agar memudahkan pedagang bertransaksi dengan perbankan,” kata Jerry.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengungkapkam bahwa potensi digitalisasi perdagangan di Kota Malang cukup besar. Selain tersebarnya puluhan ribu UMKM, Kota Malang juga didatangi ratusan ribu mahasiswa baru setiap tahunnya.
“ADA 52 perguruan tinggi dan sekitar 600 ribu mahasiswa baru per tahun yang datang. Inilah potensi yang harus digali. Ada 25 ribu pedagang di Kota Malang. Semua pasar yang telah direvitalisasi sudah diupayakan untuk digitalisasi. Kita sangat terbuka untuk transformasi ke digital. Kami juga terus sosialisasi dan siap transformasi,” tutur Eko.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe mehgaku dalam waktu dekat mereka akan membuka gudang di Kota Malang. Mereka menjajaki bisnis di Kota Malang karena potensi yang besar. Dagangan adalah startup rural e-commerce yang fokus melayani masyarakat di wilayah luar kota besar.
“Kami melihat adanya tantangan yang dihadapi para pedagang pasar, toko sembako, dan pemilik warung dalam mendapatkan akses dan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Untuk itu kami berkomitmen meningkatkan transformasi digital dengan mempercepat digitalisasi pedagang pasar, warung dan UMKM di Jawa Timur,” tandas Ryan.
Dagangan juga telah merancang program digitalisasi pasar untuk UMKM, toko, sembako dan warung. Dalam program ini, Dagangan mendukung kebutuhan pasokan bahan sehari-hari dari sisi harga dan ketersediaan barang. Program lainnya yakni UMKM Go Digital untuk produk UMKM lokal khas desa. (luc/ted)






