Banyuwangi (beritajatim.com) – Ribuan warga memadati sepanjang jalan protokol untuk menyaksikan tradisi Kebo-keboan Boyolangu yang digelar di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.
Tradisi ini menjadi bagian utama dari rangkaian Boyolangu Traditional Culture yang rutin diselenggarakan setiap 9 Syawal sebagai simbol pelestarian budaya lokal.
Kegiatan tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan rangkaian menuju tradisi besar lainnya, yakni Puter Kayun. Tradisi Kebo-keboan di Boyolangu sendiri diyakini telah ada sejak 1950-an dan terus dilestarikan secara turun-temurun.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Mulai dari anak-anak hingga lansia tumpah ruah mengikuti prosesi ritual yang memadukan unsur budaya, seni pertunjukan, dan nilai spiritual.
Dalam prosesi tersebut, sejumlah warga berperan sebagai kerbau dengan riasan hitam pekat dan tanduk buatan. Sebelum tampil, mereka menjalani ritual khusus menggunakan bedak dari kunyit dan beras yang dipercaya memiliki makna simbolis.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pembukaan acara diawali dengan sendratari Kebo Cilik yang dibawakan siswa-siswi SDN 1 Boyolangu. Penampilan ini menjadi simbol regenerasi agar tradisi tetap lestari di kalangan generasi muda.
Puncak ritual dipimpin oleh Jessica Meidyas Putri bersama tokoh adat setempat, Ki Pramu.
Tokoh pemuda sekaligus tokoh adat Boyolangu, Slamet Darmadi, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat.
“Kebo-keboan ini merupakan tradisi yang hampir setiap tahun digelar dan terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi dalam kemasan acara terus dilakukan tanpa mengurangi esensi ritual aslinya.
Lebih dari sekadar hiburan, Kebo-keboan merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Simbol kerbau dipilih sebagai representasi kehidupan agraris dan penghormatan terhadap alam.
Dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur, Boyolangu Traditional Culture diharapkan terus menjadi daya tarik wisata budaya unggulan di Banyuwangi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. [ayu/but]






