Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Ipuk menyampaikan sejumlah capaian penyelenggaraan pemerintah dan kinerja pembangunan tahun 2025 yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMPD) 2021-2026, maupun RKPD 2025.
Hal tersebut disampaikan salam rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banyuwangi Akhir Tahun Anggaran 2025.
Bupati Ipuk menyampaikan, meski penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, pihaknya mengaku selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Rapat Paripurna.
Diakui, berbagai program kerja dan inovasi telah dilaksanakan serta membawa manfaat positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa capaian kinerja tersebut dapat dilihat pada realisasi dan capaian Indikator Kinerja Utama di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), persentase penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi.
“Indeks Pembangunan Manusia Banyuwangi pada 2025 naik menjadi 75,17 dari tahun 2024 sebesar 74,30. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan yakni mencapai 100,40 persen. Sedangkan Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 di 2024 menjadi 6,13 persen di 2025. Dan realisasi ini melebihi target yang ditetapkan dengan capaian sebesar 102,54 persen,” kata Ipuk.
Selanjutnya, indeks Gini Banyuwangi menurun dari 0,312 pada 2024 menjadi sebesar 0,290 pada Tahun 2025. Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang juga turun dari sebesar 4,03 persen menjadi 3,94 persen di Tahun 2025.
Untuk pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2025 tercatat sebesar 5,65 persen meningkat signifikan dari tahun 2024 sebesar 4,68 persen atau naik 0,97 poin persentase.
“Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi selama periode 2021-2025 dan realisasinya melebihi target yang ditetapkan dengan capaian sebesar 115,31 persen,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga memaparkan capaian pada beberapa urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di antaranya Urusan Pendidikan di mana Indeks Pendidikan di 2025 sebesar 0,63 atau tercapai 101,61 persen dari target. Pada Urusan Kesehatan, Indeks Kesehatan pada 2025 sebesar 0,84 atau melebihi target dengan capaian sebesar 107,69 persen.
“Sedangkan pada Urusan Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan nusantara meningkat dari 3,28 juta orang pada di Tahun 2024, menjadi 3,50 juta orang pada Tahun 2025. Begitu pula dengan wisatawan mancanegara meningkat dari 122,90 ribu orang pada di Tahun 2024, menjadi 166,99 ribu orang pada Tahun 2025 ,” jelas Bupati Ipuk Fiestiandani.
Sedangkan terkait dengan realisasi keuangan daerah tahun 2025. Pendapatan Daerah Tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp. 3,511 triliun terealisasi sebesar Rp. 3,600 triliun atau sebesar 102,54 persen.
Belanja Daerah Tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp. 3,970 triliun terealisasi sebesar Rp. 3,621 triliun atau 91,21 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi pembiayaan netto dari target sebesar Rp. 459,2 miliar terealisasi sebesar Rp. 340,8 miliar atau 74,23 persen yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dan untuk realisasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2025 tercatat sebesar Rp. 319,8 miliar.
Dalam nota penjelasan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025, Bupati Ipuk Fiestiandani juga menyampaikan beberapa penghargaan yang telah diraih Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025 di antaranya, Kabupaten dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah tinggi dari Kementerian Dalam Negeri. Predikat kabupaten terinovatif se-Indonesia. Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik.
Selanjutnya predikat Best Smart Branding Innovation dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) Tahun 2025. Most Inspiring Tourism Leader dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025 serta Pengelolaan JDIH terbaik. Kabupaten Sehat Swasti Saba kategori Padapa serta SPBE terbaik se-Indonesia.
“Kami menyadari bahwa masih banyak yang harus dibenahi dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. [tar/ian]






