Surabaya (beritajatim.com) – Koperasi Merah Putih yang saat ini hadir di 153 kelurahan di Surabaya diyakini dapat menciptakan peluang kerja bagi ribuan masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Perdagangan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, pada Senin (28/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa lapangan pekerjaan baru akan muncul seiring dengan beroperasinya koperasi-koperasi tersebut.
“Jadi kalau ngobrol tenaga kerja itu kan, kalau pas koperasinya sudah bisa meng-create (buka) di level kelurahan, pasti kan dia (Koperasi Merah Putih) akan butuh,” kata Febrina dalam wawancara dengan awak media.
Lebih lanjut, Febrina menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih yang baru mulai aktif beroperasi di Surabaya membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai sektor. Beberapa posisi yang diharapkan tersedia antara lain tenaga administrasi, tenaga packaging, dan kurir untuk pengiriman barang.
“Yang pasti dibutuhkan itu apa saja? Satu, tenaga untuk administrasi. Kedua, tenaga-tenaga yang bisa membantu proses antara barang datang, itu ada packaging, dan tenaga kirim (kurir),” jelas Febrina.
Saat ini, hanya ada tiga Koperasi Merah Putih yang sudah aktif beroperasi di Surabaya. Namun, target Pemerintah Kota Surabaya adalah semua 153 koperasi tersebut bisa mulai beroperasi sepenuhnya pada September mendatang.
“Targetnya (beroperasi seluruhnya) dari provinsi September akhir. Bisa-bisa targetnya kita (pemkot) di September pertengahan sudah harus selesai banyak, dan kita akan starting dulu,” ujar Febrina.
Lebih dari sekadar membuka peluang kerja, Koperasi Merah Putih juga diharapkan dapat menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat. Menurut Febrina, ini merupakan bentuk usaha pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan tanpa melibatkan modal pribadi ataupun jaminan dari pihak manapun.
“Kita harus membuat semuanya memahami dengan hati yang sama ya, bahwa sebetulnya ini adalah payung besar yang ada di wilayah. Ini nggak ada modal pribadi, jaminan, dan segala macam seperti itu, tapi kan negara sudah hadir di kabupaten/kota,” tutupnya. [ram/suf]






