Sampang (beritajatim.com) – Hingga akhir Oktober 2024, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang mencatat sebanyak 227 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bahari.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana tercatat sebanyak 218 kasus kebakaran pada 2023.
Diana Iko, staf Bidang Pemadam Kebakaran setempat, menjelaskan bahwa mayoritas kasus kebakaran tahun ini disebabkan oleh human error dan korsleting jaringan arus pendek.
“Termasuk faktor alam, seperti musim kemarau yang panjang, yang menyebabkan benda-benda mudah terbakar,” terangnya pada Kamis (31/10/2024).
Ia juga mengungkapkan bahwa sebaran lokasi kebakaran terbanyak terjadi di wilayah Sampang bagian tengah dan utara, di mana kondisi tanah cenderung tandus dan cuaca sangat panas.
“Kasus kebakaran didominasi dari wilayah utara, dan akses ke lokasi kebakaran juga cukup sulit dilalui kendaraan,” imbuhnya.
Dengan meningkatnya jumlah kasus kebakaran, pihak Dinas Damkar mengimbau warga untuk lebih berhati-hati. Mereka diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan dan menghindari membuang puntung rokok di tempat kering yang dapat memicu terjadinya percikan api.
“Jika membakar sampah kering, pastikan untuk tidak meninggalkan tempat tersebut sebelum api benar-benar padam,” tambahnya. [sar/beq]






