Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonssia (Wamen Komdigi RI), Nezar Patria, menegaskan bahwa faktor kedekatan atau proximity menjadi kunci utama bagi media lokal untuk tetap relevan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan algoritma global.
Pernyataan ini disampaikannya via speech video dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 beritajatim.com yang digelar di Grand City Mall, Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Mengusung tema “Merawat Kepercayaan, Mengawal Perubahan”, Nezar menyebut perjalanan dua dekade beritajatim.com patut dicatat sebagai bukti nyata media lokal mampu beradaptasi di era digital. Ia menilai beritajatim.com merupakan contoh sukses adaptasi yang berhasil mempertahankan eksistensinya.
“Jawabannya simple, sederhana mungkin: pertama proximity atau kedekatan. Faktor kedekatan ini membuat beritajatim.com memiliki tiga peran yang senantiasa relevan,” ujar Nezar.
Tiga peran tersebut, menurut Nezar, pertama sebagai verifikator utama. Media lokal menjadi benteng utama melawan hoaks yang menyerang isu-isu kedaerahan yang kerap luput dari pantauan media nasional.
Kedekatan dengan objek berita menjadi modal untuk menyampaikan verifikasi informasi yang lebih detail dan mendalam.
Kedua, sebagai agregator komunitas. Nezar menegaskan bahwa keberhasilan beritajatim.com bertahan selama 20 tahun membuktikan kepercayaan kuat dari masyarakat Jawa Timur. Media ini telah menjadi wadah aspirasi warga, menyuarakan keunikan daerah, serta mewartakan informasi dan opini terkini warga.
Ketiga, sebagai penjaga identitas. Beritajatim.com berperan penting dalam merawat narasi budaya dan kearifan lokal yang sering tergerus oleh standarisasi konten global.
“Meskipun waktu terus berjalan dan zaman berganti, media lokal bukan sekadar melapor peristiwa. Mereka adalah bagian dari ekosistem sosial yang memastikan demokrasi di tingkat akar rumput tetap hidup. Tanpa media lokal yang kuat, kita berisiko mengalami gersangnya informasi di daerah,” tegasnya.
Menyambut era baru yang digital native, Nezar mengingatkan bahwa era konsumsi informasi daring adalah norma baru. Ia mengutip data Reuters Institute yang menyebut konsumsi informasi dari media sosial mencapai 57 persen, melampaui televisi dan media cetak.
“Era baru menuntut media lokal tidak lagi melihat dirinya sebagai koran yang dipindahkan ke situs atau website, melainkan entitas teknologi yang berbasis konten. Dengan modal kedekatan pada masyarakat dan objek berita, media lokal justru perlu menyambut ini sebagai peluang,” jelasnya.
Nezar menawarkan dua strategi agar media lokal seperti beritajatim.com dapat menjaga eksistensi dan menyambut era baru dengan optimisme. Pertama, adopsi teknologi dan penguatan keterampian.
Berbagai teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI) perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat kreativitas jurnalis. Strategi ini akan maksimal jika jurnalis melakukan upskilling dengan fokus pada analisis data dan penguasaan algoritma.
Kedua, membangun model bisnis yang kreatif. Nezar memahami bahwa aspek bisnis menjadi tantangan utama media di era digital. Pemerintah pun tengah fokus membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.
Namun, kreativitas media dalam eksplorasi bisnis tetap diperlukan, misalnya dengan mengembangkan kemitraan strategis dan produk jurnalistik yang dapat menjangkau audiens luas.
Sebagai penutup, Nezar menyampaikan selamat dan sukses atas perayaan HUT ke-20 Beritajatim.com.
“Teruslah menjadi mata dan telinga bagi rakyat Jawa Timur. Semoga ketajaman informasi, keunikan cara pandang, serta kepercayaan masyarakat senantiasa menjadi jangkar utama beritajatim untuk tetap berdiri kokoh dari waktu ke waktu,” pesannya. [awi/suf]






