Gresik (beritajatim.com)- Kebakaran yang melanda fasilitas pemisahan gas bersih atau gas cleaning plant di smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Senin (14/10) berhasil dipadamkan dengan cepat berkat peran mobil pemadam kebakaran (Damkar) Bronto Skylift milik Petrokimia Gresik (PG).
Mobil Damkar canggih ini menjadi kunci utama dalam memadamkan api yang melalap bagian atas plant tersebut.
Mobil Damkar Bronto Skylift, yang mampu menjangkau ketinggian hingga 32 meter, sangat diandalkan dalam upaya pemadaman api di area yang sulit dijangkau. Dalam waktu singkat, kobaran api yang sempat mengancam fasilitas penting di smelter PTFI dapat dikendalikan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak cepat mengirimkan bantuan mobil Damkar setelah mengetahui kebakaran yang melanda PT Freeport Indonesia.
Sebagai koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN wilayah Jawa Timur, Petrokimia Gresik selalu siap mendukung penanganan bencana di wilayahnya.
“Ini adalah wujud sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh stakeholder. Kami mengirimkan mobil Damkar Bronto Skylift yang mumpuni untuk berbagai medan, termasuk lokasi yang tinggi seperti di fasilitas PTFI,” jelas Dwi Satryo pada Rabu (16/10/2024).
Mobil Damkar Bronto Skylift yang dikerahkan Petrokimia Gresik memiliki kemampuan menyemprotkan air hingga ketinggian 32 meter, yang sangat efektif dalam memadamkan api di area yang berada di posisi tinggi seperti gas cleaning plant PTFI.
Dwi Satryo juga menambahkan bahwa dalam proses pemadaman kebakaran ini, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan tim pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Surabaya dan pihak terkait lainnya.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam pemadaman kebakaran tersebut.
Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak, termasuk Petrokimia Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Kota Surabaya, dan aparat keamanan, sangat berarti dalam menangani insiden tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta semua pihak yang terlibat, termasuk Petrokimia Gresik, yang telah membantu kami dalam memadamkan api,” ujar Tony Wenas.
Insiden kebakaran ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani bencana industri, serta peran signifikan BUMN seperti Petrokimia Gresik dalam merespon situasi darurat. [dny/ian]






