Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta siap menghibahkan mobil pemadam kebakaran kepada daerah lain yang membutuhkan. Ini bisa jadi peluang bagus bagi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang mengalami krisis mobil damkar.
Informasi ini diketahui Badan Anggaran DPRD Jember saat berkunjiung ke DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu. “Pemerintah DKI Jakarta tidak hanya sekali ini saja, tapi beberapa kali, pernah memberikan hibah ke pemerintah daerah lain,” kata Wahyu Prayudi Nugroho, anggota Banggar DPRD Jember, Selasa (14/7/2026).
Nugroho menyarankan Satuan Polisi Pamong Praja Jember yang membawahi Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan disarankan segera melayangkan proposal ke DKI Jakarta.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Nugroho berharap Pemkab Jember gesit menangkap peluang ini. “Mohon maaf,, kondisi mobil pemadam kebakaran di Kabupaten Jember ini jumlahnya tidak banyak, dan ada pun juga rusak. Bahkan kemarin ada kebakaran di salah satu gudang distributor plastik tidak bisa segera tertangani karena ada kendala pada mobil pemadam kebakaran,” katanya.
Menurut Nugroho, masalah penanganan pemadam kebakaran sangat mendesak untuk ditangani. Banggar menunggu masukan dari Komisi A DPRD Jember untuk mengalokasikan anggaran pemhelian mobil damkar dalam APBD 2027 atau Perubahan APBD 2026.
Persoalan mobil damkar adalah persoalan lama yang dihadapi unit pemadam kebakaran di Jember. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Bambang Rudianto mengatakan, dari lima unit mobil damkar, dua unit masih layak. “Yang tiga mulai uzur. Mobil terbaru pengadaan pada tahun 2014,” katanya, diberitakan Beritajatim.com, 26 Februari 2026.
Selain pembenahan kondisi mobil yang uzur, Jember memerlukan tambahan tiga pos pemadam kebakaran baru. Saat ini Jember baru punya tiga pos dan satu markas komando yang berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja.
Selain di markas komando yang terletak di Jalan Danau Toba, Kecamatan Sumbersari, pos komamdo pemadam kebakaran juga terdapat di Kecamatan Kalisat, Rambipuji, dan Ambulu. Semuanya butuh perhatian.
Idealnya kita harus tambah tiga lagi, untuk sektor timur itu di Mayang, sektor barat di Tanggul, dan sektor ujung selatan Kencong,” kata Bambang Rudianto. [wir/suf]






