Magetan (beritajatim.com) – Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Magetan masih terus bertambah. Per 19 Juni 2022 pukul 20.00 sudah mencapai 1.996 ekor ternak yang terjangkit, 988 diantaranya sembuh, 14 ekor mati, dan 8 ekor dipotong paksa.
Bupati Magetan Suprawoto, Waki Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Nur Haryani beserta jajaran mengikuti video conference koordinasi terkait penanganan wabah PMK bersama Kemenko Perekonomian dengan beberapa Kementerian, Pejabat terkait serta Pemimpin Daerah terdampak PMK.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penyakit-pmk-magetan”]
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin rakor kali ini melaporkan bahwa PMK telah menyebar ke 19 provinsi dan 199 Kabupaten/Kota di Indonesia (per 18 Juni 2022) dengan persentase ternak sembuh 56.822 ekor (30,77%) dari 184.647 ternak yang terkonfirmasi.
Kementan RI melalui laporan yang disampaikan Mentan, Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan ini menerangkan saat ini Kementan terus melakukan pemetaan dan mempercepat laju vaksinasi. Total 19 provinsi tertular dan jadi prioritas untuk distribusi vaksin yang bakal dimulai Agustus 2022.
Mentan juga menambahkan kalau saat ini telah disiapkan vaksinator diberbagai wilayah dan telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dari perguruan tinggi maupun pihak swasta, sedangkan untuk asistensi vaksinasi sendiri tetap melalui gugus tugas nasional penanganan PMK.
Seusai video conference tersebut, Bupati Magetan Suprawoto menginstruksikan kepada Disnakkan Magetan untuk mempersiapkan proses mekanisme vaksinasi kedepannya. Kang Woto, sapaan akrab Bupati Suprawoto meminta agar posko dan satgas lebih intensif dengan melakukan pendataan berbasis zona desa dan kecamatan. “Mekanisme vaksinasi segera disiapkan,” kata Kang Woto. [fiq/suf]






