Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah dilakukan penutupan terhadap kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di wilayah Kecamatan Gempol, sejumlah periset di Jawa Timur mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Para periset tersebut tergabung dalam Fokalis (Forum Komunikasi Astronim Amatir Lintas Jatim).
Mereka yang datang di Gedung DPRD ini dari wilayah Pasuruan dan ada pula periset dari Surabaya juga Mojokerto. Muhammad Toyib koordinator Fokalis mengatakan banyak dampak yang akan ditimbulkan saat BRIN Pasuruan ditutup.
Salah satunya yakni terkait pengamatan matahari yang setiap hari dilakukan oleh periset yang ada di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sebelum ditutup, BRIN Pasuruan sering memberikan data terkait pergerakan matahari kepada NASA.
“Yang bisa memberikan data matahari setiap harinya itu ya BRIN Pasuruan. Karena di negara lain gak ada yang bisa melihat pergerakan matahari selama 365 hari,” jelas Toyib, Rabu (15/2/2023).
Toyib juga menjelaskan bahwa kurang lebih pada tahun 2012 lalu sempat ada badai matahari di dunia. Data tersebut awal diketahui melalui data yang diberikan oleh Lapan Pasuruan dan diberikan kepada NASA.
Sehingga jika BRIN Pasuruan ditutup dan tidak ada penggantinya, dampak yang dirasakan tidak hanya di Indonesia, melainkan seluruh dunia. Bahkan saat penutupan tersebut, pihak NASA sempat berkirim surat kepada BRIN Pusat, namun surat tersebut tak digubris.
Toyib juga mengatakan pusat penelitian matahari di Indonesia hanya ada di Pasuruan. Bahkan dalam kantor BRIN Pasuruan terdapat teleskop yang terbesar dan tercanggih di Asia.
“Kalau dipindahkan menurut kami di Indonesia tidak ada yang cocok karena tempatnya di Pasuruan ini merupakan yang ideal. Yang pertama ekosistem di lingkungan sudah mendukung dengan banyaknya pohin jambu mente, dan lokasinya harus berdekatan dengan gunung berapi dan kawasan industri,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”brin”]
Sehingga Toyib, memberikan rekomendasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan untuk mendukung eksistensi BRIN Pasuruan. Bahkan Toyib memberikan solusi untuk mengakui sisi balai riset dan akan merebranding untuk dijadikan wisata edukasi.
Tanggapan DPRD Pasuruan
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan akan bersurat dengan komisi VII DPR RI. Hal ini guna membuka kembali BRIN Pasuruan, dikarenakan Presiden Jokowi saat ini sangat mendorong periset Indonesia.
“Kalau mengakui sisi butuh diskusi yang serius karena butuh anggaran juga terhadap hal itu. Dan jika dijadikan edukasi wisata Pemkab Pasuruan akan berkolaborasi dengan Provinsi Jatim,” jelas Dion sapaan akrabnya. [ada/but]






