Bojonegoro (beritajatim.com) – Jajaran manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya turun langsung menyusuri jalur rel hingga ke Stasiun Bojonegoro.
Bukan sekadar safari Ramadan, kunjungan ini menjadi momen memastikan ribuan calon pemudik bisa pulang kampung dengan aman saat Angkutan Lebaran 2026.
Rombongan dipimpin Executive Vice President Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat. Mereka memulai pengecekan lintas saat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dari Stasiun Surabaya Pasarturi hingga Stasiun Tobo, termasuk berhenti di Bojonegoro untuk melihat langsung kesiapan prasarana dan pelayanan.
Di Stasiun Bojonegoro, satu per satu elemen vital diperiksa: kondisi rel, wesel, sistem persinyalan, hingga ruang Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Tak hanya itu, fasilitas ruang tunggu, kebersihan area stasiun, serta kesiapan petugas pelayanan juga menjadi perhatian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh prasarana dan layanan dalam kondisi optimal. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas, apalagi menjelang Angkutan Lebaran 2026,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menyempatkan berdialog dengan petugas di lapangan. Bagi manajemen, suara petugas yang sehari-hari berjaga di rel dan peron menjadi bagian penting dari evaluasi. Setiap temuan langsung dicatat untuk segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Di balik angka-angka operasional, ada ribuan cerita perjalanan yang akan berlangsung. Hingga awal Maret ini, penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro pada periode 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10) telah mencapai 11.618 tiket. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri.
Tanggal 24 Maret 2026 (H+2) tercatat sebagai puncak sementara arus balik, dengan 1.236 tiket terjual dalam sehari. Selama masa Angkutan Lebaran, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan melayani 26.204 pelanggan, terdiri dari 11.618 penumpang naik dan 14.586 penumpang turun.
Setiap harinya, akan ada 34 perjalanan kereta api jarak jauh yang melintas dan berhenti di Bojonegoro, yakni 30 KA reguler dan 4 KA tambahan. Bagi banyak keluarga, jadwal-jadwal itu bukan sekadar angka di papan informasi, melainkan penentu momen bertemu orang tua, melepas rindu, hingga kembali ke perantauan.
Daniel menegaskan, semangat Ramadan diharapkan tercermin dalam pelayanan yang lebih hangat dan profesional. “Kami ingin memastikan perjalanan kereta api di Bojonegoro berjalan lancar, selamat, dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” katanya.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan melalui kanal resmi sebelum tiket habis. Dengan persiapan matang dari operator dan calon penumpang, mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi perjalanan yang tidak hanya aman, tetapi juga penuh makna. [lus/ted]






