Surabaya (beritajatim.com) – KAI Commuter menepis isu pemecatan petugas yang dikaitkan dengan kasus viral hilangnya sebuah tumbler milik penumpang Commuter Line. Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul spekulasi di media sosial bahwa seorang petugas bernama Argi Budiansyah diberhentikan akibat insiden tersebut.
Dalam pernyataan resminya, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa perusahaan memiliki prosedur kepegawaian yang ketat dan mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.
“Menanggapi viralnya petugas di media sosial terkait barang tertinggal pengguna Commuter Line, KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu yang beredar. Kami memiliki aturan dan prosedur kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” ujar Karina dalam unggahan resmi di media sosial Commuter Line.
KAI Commuter mengingatkan kembali bahwa setiap stasiun memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas, sementara pengambilan barang tertinggal dilakukan sesuai prosedur resmi.
“KAI Commuter akan melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait secara menyeluruh sehingga agar situasi serupa dapat dicegah ke depannya,” tambah Karina.
Dia juga menekankan bahwa barang pribadi yang tertinggal menjadi tanggung jawab penumpang.
“Kami mengingatkan kembali bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik,” imbuhnya.
Meski pihaknya membantah, seorang warganet (et) marga****, justru memberikan komentar sebaliknya. Ia mengungkapkan bahwa Argi Budiansyah disuruh mengundurkan diri dan
dikembalikan ke company out source.
“tetep dicut ya kak, jadi bukan dipecat tapi disuruh mengundurkan diri dan dikembalikan ke company out source. Sudah dikonfirmasi sama Mas Arginya sendiri & teman-temannya sejawat yang bertugas di stasiun tsb,” ujarnya.
Adapun kasus ini bermula ketika Anita Dewi mengunggah pengalaman kehilangan tumbler biru yang tersimpan dalam cooler bag miliknya. Ia naik Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin (24/11) pukul 19.00 WIB dan turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Setelah turun, Anita menyadari tasnya tertinggal di bagasi dan langsung melapor.
Tas tersebut sempat ditemukan dan difoto dalam kondisi lengkap, namun diminta diambil keesokan harinya di Stasiun Rangkasbitung. Saat dibuka, tumbler yang dimaksud tidak ditemukan.
Kasus ini kemudian menjadi viral karena nama petugas Argi Budiansyah muncul dalam penanganan penyerahan barang. Argi mengaku menerima tas dari pet
Isu pun berkembang di media sosial bahwa Argi diberhentikan karena insiden ini.
Warganet ramai mengecam dugaan tersebut, menganggap tidak adil bila seorang petugas kehilangan pekerjaan hanya karena tumbler bernilai sekitar Rp300 ribu. (fyi/aje)






