Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto secara resmi melaunching Koperasi Desa Merah Putih di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Kabupaten Mojokerto tercatat sebagai daerah dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak se-Indonesia yakni sebanyak 120 koperasi.
Peluncuran ini dihadiri langsung Direktur Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kristianto Soedarmono, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa. Juga hadir Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin dan Pupuk Indonesia.
Sebanyak 120 desa dari 299 desa dan empat kelurahan telah membentuk koperasi melalui musyawarah desa khusus. Dari jumlah tersebut, 19 koperasi telah memiliki badan hukum, 17 dalam proses administrasi hukum umum (AHU), 12 dalam proses administrasi notaris, dan 72 koperasi dalam proses verifikasi di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.
Kabupaten Mojokerto menjadi pionir nasional dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa koperasi ini merupakan upaya konkret dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa. “Koperasi Merah Putih ini adalah instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat, memberikan akses pembiayaan murah, serta memberdayakan UMKM dan potensi desa secara menyeluruh,” ungkapnya.
Pemkab Mojokerto mengalokasikan dana APBD 2025 untuk menanggung seluruh biaya pendirian koperasi, termasuk bantuan biaya notaris sebesar Rp1,7 juta per koperasi. Selain itu, pemkab juga menggandeng Bulog dan Pupuk Indonesia untuk menjadikan koperasi sebagai mitra distribusi pupuk dan beras.
“Unit usaha yang akan dijalankan Koperasi Merah Putih meliputi toko sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek, logistik, dan sistem pergudangan. Koperasi juga diharapkan mampu membuka peluang usaha sesuai potensi lokal. Ke depan, sebanyak 184 desa lainnya ditargetkan segera menyusul membentuk koperasi serupa,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Kristianto Soedarmono mengatakan, jika Kabupaten Mojokerto menjadi kabupaten paling tinggi dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. “Untuk di Jawa Timur, ada 31 koperasi yang sudah mendapatkan AHU, 19 koperasi diantaranya ada di Kabupaten Mojokerto jadi lebih dari 50 persen,” katanya.
Menurutnya, Pemkab Mojokerto dalam mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih cukup nyata. Pihaknya mengapresiasi dukungan Pemkab Mojokerto dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mojokerto tersebut. Pihaknya akan menyampaikan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) untuk memberikan dukungan kepada Kabupaten Mojokerto.
“Pemerintah pusat berkomitmen dalam mendukung permodalan koperasi di daerah. Koperasi-koperasi ini nantinya dapat mengakses dana bergulir LPDB hingga Rp5 miliar dengan skema pembiayaan yang ramah koperasi. Tujuan dari koperasi ini adalah untuk mengetas kemiskinan, membuka akses permodalan serta memutus rantau kemiskinan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari digitalisasi layanan desa, Pemkab Mojokerto juga meluncurkan Super App Mojocaakti dan Aplikasi E-Office Desa Digital Service, yang akan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik dan mempercepat tata kelola administrasi desa. [tin/aje]






