Jember (beritajatim.com) – Banjir menerjang Jembatan Klungkung sehingga terputus di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (17/1/2022) sore. Jalur transportasi empat desa dan kelurahan di dua kecamatan pun terputus.
Jembatan Klungkung dilewati Sungai Jompo yang merupakan pertemuan Kali Jompo dan Sungai Pulo. Keduanya berasal dari lereng Gunung Argopuro. Hujan deras sepanjang sore ini menyebabkan air naik sekitar 2,7 meter dari permukaan sungai.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jembatan-ambrol”]
Ambruknya Jembatan Klungkung karena diterjang banjir pernah terjadi pada 2019. Pemerintah kemudian membangun jembatan sementara yang terbuat dari kayu. “Itu memang jembatan darurat. Tahun 2019 jembatan permanen putus. Rencananya akan diperbaiki awal Februari ini,” kata Kepala Desa Klungkung Abdul Gofur.
Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Jumerto dan Banjar Sengon di Kecamatan Patrang, dan Desa Klungkung dan Karangpring di Kecamatan Sukorambi. “Alhamdulillah, aman tidak ada korban. Hewan ternak juga sudah diungsikan,” kata Gofur.
Sungai Jompo ini mengalir hingga pusat kota Jember, dan membuat puluhan rumah di sana kebanjiran, termasuk rumah Bupati Hendy Siswanto. “Banjir hari ini adalah yang tertinggi selama 10 tahun terakhir. Tahun lalu banjir, tapi kecil. Masuk ke rumah saya, tapi masih di bawah. Kalau kali ini masuk ke dalam kamar. Tempat tidur kami di lantai satu tidak bisa diangkat lagi. Tenggelam. Tapi tetangga saya lebih parah lagi. Tenggelam. Ini yang membuat saya sedih. Ketinggian air 1.75 – 2 meter, hampir ke plafon,” kata Hendy. [wir/suf]






