Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 92 orang warga yang tinggal di Perkebunan Kalijompo, Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengungsi, Senin (17/1/2022) malam. Hujan deras di lereng Argopuro membuat Sungai Jompo meluap.
Kepala Desa Klungkung Abdul Gofur mengatakan, air naik sekitar 2,7 meter dari permukaan sungai. “Air sempat surut, lalu air sungai naik lagi dan warga yang tinggal di tepi sungai sudah dievakuasi semua di tempat yang lebih tinggi,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-jember”]
Sebanyak 92 orang warga perkebunan diungsikan ke lapangan dekat perumahan baru oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, polisi, dan TNI. Selain itu, warga di sebelah barat balai desa yang tinggal di llokasi longsor sudah dipindahkan ke musala. “Alhamdulillah, aman tidak ada korban jiwa. Semua mengungsi termasuk hewan ternak,” kata Gofur.
Bupati Hendy Siswanto sudah mendengar kabar dari Klungkung ini. “Saya akan ke sana, Selasa besok,” katanya.
Banjir parah terjadi karena kerusakan di lereng Gunung Argopuro belum ditangani maksimal. “Tahun ini kami memetakan di situ, melakukan mitigasi dan pemetaan desain untuk melakukan perbaikan di atas. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pusat, karena itu kaki Gunung Argopuro. Biayanya tidak sedikit. Ini berhubungan dengan semua instansi terkait. Kalau ini tidak segera ditangani, setiap tahun akan begini dan semakin besar intensitas airnya,” kata Hendy. [wir/suf]






