Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Bulan Ramadhan, tempat pemakaman umum (TPU) di Gresik ramai dipadati warga. Salah satunya adalah TPU terbesar di Tlogopojok. Para peziarah tidak hanya datang dari dalam kota melainkan juga dari luar kota.
Sebelumnya TPU tersebut dilarang dikunjungi warga imbas masih tingginya pandemi covid-19. Setelah melandai, TPU itu kembali ramai didatangi warga. Sejak pagi hingga sore hari, warga berbondong-bondong datang sambil membawa bunga, sapu lidi, maupun sabit untuk membersihkan makam.
“Dibanding tahun lalu, sekarang sudah mulai ramai. Mungkin besok mulai padat pengunjung,” ujar Andik (30) warga Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik, berprofesi sebagai tukang kebersihan makam dadakan, Senin (20/03/2023).
Bagi Andik banyaknya pengunjung ke makam sangat menguntungkan dirinya. Kendati telah bekerja di sebuah pabrik, pekerjaan bersih-bersih makam cuma sampingan untuk menambah asap dapur.
“Ini aja baru satu jam bersih-bersih sudah dapat Rp 50 ribu, kalau satu hari penuh bisa dapat diatas Rp 100 ribu,” tuturnya.
BACA JUGA:
Sambut Ramadhan, Warga Gresik Gelar Festival Makanan Tradisional Bongko Kopyor
Sumur Tiban di Gresik Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit
Dirinya menceritakan sore hari peziarah yang datang semakin ramai. Ini karena sebagian warga menyempatkan waktu ke makam keluarganya setelah pulang kerja.
“Sore hari semakin banyak warga datang. Ini berbeda kalau pagi hari mungkin waktunya mepet saat masuk kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang peziarah Fitri (50) mengaku dirinya nyekar (ziarah) di makam orang tuanya merupakan tradisi keluarganya menjelang Bulan Ramadhan.
“Sekali setahun ziarah ke sini, pas jelang puasa. Menengok kuburan ayah sama ibu,” katanya.
BACA JUGA:
Gus Miftah Beri Wejangan Ratusan Pelajar Gresik
Warkop di Gresik Dilarang Putar Musik Keras saat Bulan Ramadhan
Ramainya para peziarah yang datang di TPU Tlogopojok, berdampak pada warga sekitar makam yang mendadak menjadi pedagang. Beberapa dagangan seperti makanan, dan minuman serta barang dagangan hiasan banyak dijajakan.
Salah satu pedagang makanan, Rachmat (46) mengaku memanfaatkan moment ini untuk menambah pemasukan tambahan bagi keluarganya.
“Biasanya hari terakhir yang ramai, barang dagangan saya bisa laku banyak,” pungkasnya sambil tersenyum. [dny/but]






