Surabaya (beritajatim.com) – Masjid Raya Islamic Centre sudah bisa digunakan untuk aktivitas ibadah selama bulan Ramadhan meskipun pembangunannya belum rampung 100%.
Meski begitu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah meresmikan Masjid Raya Islamic Centre di Jalan Dukuh Kupang Kota Surabaya, pada Sabtu, 18 Maret 2023.
“Pada dasarnya sebagai tempat ibadah Masjid Islamic Center siap difungsikan. Sambil jalan kami penuhi kekurangan pembangunannya, seperti pembangunan air mancur yang bisa digarap sebelum Maret,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Minggu.
Serba-serbi Masjid Raya Islamic Center Surabaya
Masjid Raya Islamic Centre berdiri di lahan seluas 6.406 meter persegi. Dengan luas bangunan masjid tersebut mencapai 5.800 meter persegi dan kapasitas jamaah mencapai 3.630 orang. Sedangkan sisanya di halaman masjid yang bisa menampung hingga mencapai 1.000 jamaah.
Pembangunan Masjid Raya Islamic Center menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jatim, senilai Rp52,7 miliar. Sedangkan masjid ini didesain oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai arsitek.
BACA JUGA: Referensi Masjid di Blitar Cocok Untuk Sholat Tarawih
Pembangunan diawali dengan penentuan konsep desain pada tahun 2020 dan dilanjutkan perencanaan pada 2021. Sedangkan pembangunan fisik dimulai pada September 2022.
Masjid ini sekaligus sebagai Masjid Raya pertama di Jawa Timur. Menurut Khofifah, Provinsi Jatim secara kualifikasi memang belum memiliki masjid raya. Nantinya juga diharapkan Madjid ini bisa berjalan sebagaimana pusat gedung Islamic Center.
Untuk itu, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid ini, khususnya di bulan Ramadhan nanti.
Makna Arsitektur Masjid Raya Islamic Center Surabaya
Makna Arsitektur Masjid ini dapat dilihat dari bentuk Fasad atau muka bangunan masjid yang berbentuk miring membuka ke atas. Desain ini sebagai perumpamaan tangan yang terbuka menengadah memanjatkan doa.
Kemudian fasad kotak-kotak yang mirip dengan waffle, bertuliskan nama-nama kabupaten/kota se-Jatim pada modul berbagai warna yang disusun acak sebagai representasi kebersamaan dalam keberagaman.
BACA JUGA: Deretan Masjid di Surabaya yang Sering Jadi Tempat Wisata Religi
Fasad waffle juga berfungsi mengurangi intensitas panas matahari, yang mana dapat membantu menurunkan beban pendingin. Sedangkan mihrab terbuka menghadap kiblat dan taman, dengan satu titik fokus mengingatkan pada kebesaran dan ke-Esa-an Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Di akhir peresmian, Khofifah mengajak masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan bersama-sama.
“Selamat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Semoga puasa dan ibadah taraweh-nya makin khusyuk. Mudah-mudahan ibadah kita dilancarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya. (kai/nap)






