Jombang (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada Jombang 2024, peta politik semakin dinamis. Sejumlah bakal calon kepala daerah (Bacakada) mulai melakukan sosialisasi dengan memasang alat peraga.
Seperti yang dilakukan oleh Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans dari Partai Golkar. Pria yang juga Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Queen Al Azhar Darul Ulum Peterongan Jombang Jawa Timur ini melakukan pertemuan dengan Bacabup (Bakal Calon Bupati) Jombang Warsubi.
Pertemuan keduanya dilakukan di lobi salah satu hotel di Jombang usai Rapimcab (Rapat Pimpinan Cabang) Partai Gerindra Jombang beberapa Waktu lalu. Warsubi hadir lebih dulu dalam forum tersebut. Bahkan dirinya menyampaikan visi misinya di hadapan ratusan kader Gerindra.
Acara selesai, peserta Rapimcab Kembali. Nah, saat itulah Gus Hans mendatangi hotel yang berada di jantung kota santri tersebut. Gus Hans bertemua dengan Warsubi yang notabene Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Jombang.
Gus Hans menjelaskan bahwa dirinya memang melakukan diskusi produktif dengan Warsubi dalam pertemuan itu. Mulai tentang kunci sukses yang diraih Kades Mojokrapak Kecamatan Tembelang itu, hingga diskusi tentang Jombang ke depan.
Semisal tentang peningkatan APBD dan memberdayakan potensi alam yang ada di Jombang. “Beliau menyampaikan sejumlah kendala yang harus diselesaikan untuk bisa mendatangkan investor. Karena kalau hanya mengandalkan pertanian, tidak akan berdampak siginifikan,” ujar Gus Hans, Kamis (27/6/2024).
Gus Hans kemudian merinci sejumlah hal yang harus dipangkas agar investor mau menanamkan modalnya di Jombang. Di antaranya pemangkasan jalur birokrasi baik formal maupun non-formal. Kedua, tentang situasi politik dan juga banyaknya lembaga sosial yang belum diajak duduk bersama.
Dengan begitu, bisa memberikan rasa aman kepada investor. Sebenarnya, lanjutnya Gus Hans, potensi Jombang untuk mendatangkan investor sangat besar. Pasalnya, Jombang secara geografis lebih dekat dengan ibukota provinsi dibanding Nganjuk.
“Tapi mengapa selama ini investor lebih memilih Nganjuk? Berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki. Nah, hal-hal seperti itulah yang kita diskusikan dengan abah Warsubi,” lanjut Gus Hans.
Pertemuan tersebut berlangsung gayeng hingga beberapa jam. Obrolan mengalir ringan tapi penuh bobot. Gus Hans lebih banyak belajar dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Warsubi. Karena pria yang menjabat Kades selama tiga periode ini memulai kesuksesannya dari titik nol.
Gus Hans dan Warsubi adalah dua nama yang muncul menjelang Pilkada Jombang 2024. Sejumlah baliho keduanya juga menghiasi kota santri. Selain mendapat penugasan dari Partai Golkar, Gus Hans juga secara resmi mendaftar melalui Partai Demokrat untuk mengikuti Pilbup.
Dalam Pemilu 2024, Golkar Jombang menadapatkan lima kursi di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) setempat. Sedangkan Partai Demokrat meraih enam kursi di DPRD.
Sementara itu, Warsubi adalah Kades Mojokrapak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Dia juga Ketua AKD Kabupaten Jombang. Warsubi adalah satu-satunya bakal calon yang sudah mengantongi rekomendasi. Dia mendapatkannya dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
Di luar itu, hasil Rapimcab Partai Gerindra Jombang mengusung nama Warsubi dijadikan bakal calon Bupati Jombang 2024-2029. Hasil Rapimcab tersebut kemudian dilaporkan ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Gerindra melalui DPW (Dewan Pimpinan Wilayah).
Selain itu, Warsubi juga mendaftar ke PDIP dan Partai Demokrat Jombang untuk mendapatkan rekomendasi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Namun hingga saat ini rekomendasi dari dua parpol itu belum turun.
Sekadar diketahui, PKB Jombang mendapatkan 12 kursi dalam Pemilu 2024. Sedangkan Partai Gerindra meraih 8 kursi di DPRD Jombang. Tentu saja, gabungan dua parpol ini sangat bisa untuk mengusung cabup/cawabup di Pilkada Jombang 2024. [suf]






