Sumenep (beritajatim.com) – Harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional Sumenep jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), relatif stabil. Hanya ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengatakan, berdasarkan pantauan tim-nya ke beberapa pedagang, hampir tidak ada lonjakan berarti untuk harga sembako. Bahkan beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga.
“Misalnya cabai. Baik cabai rawit maupun cabai merah besar, sama-sama turun harga. Cabai rawit Rp 55.000 per kg, dan cabai merah besar Rp 35.000 per kg. Pekan lalu cabai rawit masih Rp 75.000, dan cabai merah besar Rp 50.000 per kg. Alhamdulillah sekarang sudah turun,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Kondisi serupa juga terjadi pada telur ayam ras. Pekan lalu harganya mencapai Rp 32.000 per kg. Pekan ini turun menjadi Rp 30.000 per kg. Sedangkan untuk harga telur ayam kampung stabil Rp 48.000 per kg.
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya bawang putih. Itu pun naiknya tidak banyak. Hanya Rp 1.000 per kg. Saat ini harganya menjadi Rp 31.000 per kg. Kalau harga bawang merah hari ini justru turun. Kemarin Rp 44.000 per kg, sekarang jadi Rp 40.000 per kg,” terangnya.
Sedangkan untuk harga beras juga relatif stabil, sama seperti pekan lalu. Harga beras kualitas premium tetap Rp 14.600.per kg, dan beras kualitas medium Rp 12.500 per kg. Sedangkan harga gula pasir juga stabil Rp 17.000 per kg.
Untuk Harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah tetap Rp 19.000 per kg. Sedangkan Minyakita justru turun menjadi Rp 16.000 per botol, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter Rp 39.000.
“Alhamdulillah, harga-harga relatif stabil. Stok juga aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik menghadapi libur Nataru ini,” ujar Idham.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/ian)






