Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyalurkan bantuan sosial bagi eks penderita kusta serta warga terdampak banjir, Kamis (19/3/2026). Gus Barra (sapaan akrab, red) menyampaikan pesan penting tentang kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Penyerahan bantuan dilakukan di dua lokasi berbeda. Bantuan bagi eks penderita kusta diserahkan di Balai Pertemuan Dusun Sumberglagah, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet. Sementara bantuan bagi korban banjir diberikan di Kantor Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini mengungkapkan bahwa bantuan berupa paket permakanan tersebut terdiri dari 4.100 kilogram beras, 410 botol kecap, 410 boks mi instan, serta 205 kemasan minyak goreng ukuran dua liter yang diperuntukkan bagi 205 kepala keluarga.
Pada momentum itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghapus stigma terhadap mantan penderita kusta agar mereka dapat hidup lebih layak dan mandiri. Gus Barra menegaskan jika semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling menguatkan, saling mendukung, dan menghilangkan stigma eks penderita kusta.
“Tujuannya agar mereka dapat hidup lebih layak dan berdaya. Kepada seluruh penerima bantuan agar dapat memanfaatkan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto dengan penuh tanggung jawab, karena bantuan ini bersifat pembinaan dan pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat eks penderita kusta,” imbuhnya.
Sementara itu, saat menyerahkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Gayaman, Gus Barra menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami masyarakat. Ia juga mengapresiasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto yang dinilai sigap melakukan evakuasi warga terdampak.
“Langkah tanggap darurat yang telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto melalui BPBD yaitu mengevakuasi warga terdampak, mulai dari lansia hingga anak-anak, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Di hadapan sekitar 300 warga terdampak, Gus Bupati turut mengingatkan bahwa wilayah Kabupaten Mojokerto masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan lingkungan secara bersama.
“Rilis BMKG menyebutkan hingga 20 Maret 2026 masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap potensi bencana serta keamanan lingkungan harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. [tin/kun]






